Erupsi Gunung Sinabung, PPPA Daarul Qur’an Medan Bergegas Menuju Lokasi Bencana

- Rabu, 12 Agustus 2020 18:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082020/_6835_Erupsi-Gunung-Sinabung--PPPA-Daarul-Qur-rsquo-an-Medan-Bergegas-Menuju-Lokasi-Bencana.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Tanah Karo kembali dihujani debu vulkanik dan material lainnya dari kawah Gunung Sinabung, pada Senin (10/08/2020) pagi, kemarin. Sebelumnya, pada Sabtu (08/08/2020) pukul 02.00 dini hari warga sempat dikagetkan dengan letusan pertama yang mengakibatkan turunnya lumpur. Atas peristiwa itu, warga diminta untuk berhati-hati.Mengetahui bencana ini, Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Medan, Faisal Azhar Harahap bersama relawan Siaga Bencana (Sigab) langsung terjun ke Desa Ndeskati yang jaraknya sekitar 5 KM dari kaki Gunung Sinabung. "Sebanyak 260 KK hidup di desa ini dengan mata pencaharian sehari-hari sebagai petani kebun. Maka saat letusan terjadi warga pun tidak bisa bekerja, jadi mereka hanya dapat mengharapkan bantuan datang dari pemerintah dan lembaga sosial," ujarnya melalui siaran pers, Rabu (12/08/2020).Penyerahan sembako dan masker ini diterima oleh perwakilan warga, Rahmat Sitepu. “Mohon doa dari sahabat sekalian untuk saudara kita di sana. Semoga Allah merahmati kita semua dengan kasih sayangnya,” pesan Kacab PPPA Daarul Qur’an Medan.Turun ke lokasi yang termasuk zona merah ini, Tim Relawan Sigab PPPA Daarul Qur'an Medan membawa bantuan sembako dan masker yang sangat dibutuhkan masyarakat desa. Pasalnya, meski jarak antara Desa dan Gunung Sinabung cukup dekat, namun warga masih enggan mengungsi. "Justru warga dari desa lainnya yang kadang datang untuk mengungsi di sini," kata Kepala Desa Ndeskati Dewi Sartika Sembiring.Kades Ndeskati menjelaskan, saat erupsi meletus, semua warga sedang berada di rumahnya masing-masing. "Karena suasana mendadak gelap dikepung asap. Suara letupannya terdengar sekitar setengah jam lamanya," jelas Dewi.Pantauan Tim Relawan Sigab PPPA Daarul Qur'an Medan tampak para relawan dan abdi negara juga turun untuk ikut datang membersihkan jalanan yang berdebu. Meski sudah sempat dibersihkan, namun tebalnya debu memerlukan bantuan mobil damkar untuk kembali membersihkan jalanan.Kades Ndeskati menyebut, akibat bencana ini warga tidak bisa ke ladang untuk sementara. "Tanaman Kol, kentang, cabai, brokoli tak bisa dipanen saat erupsi. Kami mengharap hujan turun dan membersihkan perkebunan dari debu vulkanik," harapnya.Di sela-sela serah terima bantuan sembako dan masker ini, warga sempat mengeluhkan kondisinya yang sedang kesulitan menjadi semakin sulit. "Belum selesai masalah Covid-19, sudah ada lagi permasalahan erupsi Sinabung," keluh salah seorang warga Desa Ndeskati. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut

Peristiwa

Singapura-Malaysia Laporkan Peningkatan Covid-19, Dinkes Sumut Ajak Kembali Jaga Prokes

Peristiwa

Pandemi Belum Dicabut, Masyarakat Sudah Acuh

Peristiwa

Pemprov Sumut Raih Penghargaan Penanganan Covid-19 Terbaik Ke-2 Wilayah Sumatera

Peristiwa

Presiden Jokowi Beri Penghargaan Atas Kontribusi Dalam Penanganan Pandemi COVID-19

Peristiwa

Kepada Tim Juri PPKM Award, Edy Rahmayadi Paparkan Strategi Sukses Penanganan Covid-19 di Sumut