Menhub Jelaskan Penguatan Transportasi di Masa Pandemi

Herman - Jumat, 17 Juli 2020 12:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072020/_1020_Menhub-Jelaskan-Penguatan-Transportasi-di-Masa-Pandemi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, membahas penguatan sistem transportasi dan logistik dengan para Menteri di kawasan ASEAN-China dalam upaya bersama untuk menekan angka penyebaran dan mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.“Indonesia mendorong negara-negara di ASEAN-China untuk merumuskan tindakan bersama dan kolaboratif serta langkah-langkah strategis di sektor transportasi untuk membangun ketahanan terhadap pandemi, serta untuk berbagi praktik dan pengalaman terbaik tentang tindakan yang diambil di sektor transportasi,” demikian disampaikan Menhub saat memimpin delegasi Indonesia pada pertemuan virtual ASEAN-China Transport Ministers Special Meeting, Kamis (16/07/2020) di Jakarta.Pada pertemuan tersebut, Menhub menyampaikan komitmen dan tekad Indonesia untuk memastikan sistem logistik dan konektivitas transportasi khususnya di kawasan ASEAN dapat berjalan dengan baik pada masa pandemi Covid-19 saat ini.Sejumlah komitmen tersebut diantaranya, memastikan semua pelabuhan di Indonesia tetap terbuka untuk memberikan prioritas pada transportasi logistik, seperti: kebutuhan dasar, barang-barang kebutuhan pokok, dan peralatan medis. Kemudian, menaruh perhatian terhadap situasi yang dihadapi oleh banyak pelaut yang terjebak di kapal-kapal di luar negeri dengan membuat Standard Operational Prochedure (SOP) tentang pemulangan (repatriasi) Pelaut Indonesia, sehingga para pelaut bisa dipulangkan dengan aman dan selamat sesuai protokol kesehatan.“Hingga saat ini, Indonesia telah berhasil memulangkan sekitar 24.000 pelaut untuk pulang dengan selamat,” jelas Menhub.Komitmen selanjutnya, Pemerintah Indonesia juga telah menetapkan masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimana pengendalian transportasi dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan untuk memfasilitasi pergerakan masyarakat agar tetap bisa produktif namun tetap aman dari Covid-19. Hal ini dilakukan dalam rangka menggerakan kembali roda ekonomi yang terdampak akibat pandemi Covid-19.Menhub menjelaskan, dalam situasi pandemi Covid-19, kerja sama dan kolaborasi antarnegara, termasuk kerja sama bilateral antara masing-masing negara anggota ASEAN dan China terus berjalan, salah satunya adalah proyek KA Cepat Jakarta-Bandung. Indonesia menghargai komitmen dari China dalam proyek kolaborasi Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Ke depannya, Indonesia berencana untuk memperluas proyek dari Bandung ke Surabaya.Selain itu, di masa pandemi Covid-19, Indonesia juga tetap melakukan upaya-upaya peningkatan konektivitas nasional, salah satunnya yaitu menyelesaikan masterplan pembangunan Bandara Internasional Baru di Bali Utara, yang desain juga mencakup pengoperasian jalur bus dan kereta api untuk menghubungkan bagian utara dengan bagian selatan Bali. Menhub mengatakan, Bali sebagai destinasi wisata unggulan memerlukan sistem transportasi yang dirancang dengan baik untuk memperluas konektivitasnya.Kemudian, Indonesia juga menawarkan kerja sama pengembangan transportasi dalam rangka rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur, yang mengusung konsep Smart System Smart Mobility, berkelanjutan dan ramah lingkungan.“Kami mengundang rekan kerja di ASEAN dan China untuk berkolaborasi dan mendukung proyek pembangunan transportasi darat, laut, dan udara serta proyek infrastruktur kereta api di Indonesia melalui skema Kemitraan Pemerintah-Swasta atau Public Private Partnership,” ungkap Menhub.Menhub menyatakan inisiatif dan kolaborasi yang dilakukan di bawah kerangka kerja sama transportasi ASEAN-China sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama yaitu untuk segera mendorong pemulihan ekonomi, baik secara regional di ASEAN-China maupun global.Selain Menhub turut hadir Menteri Transportasi sejumlah Negara seperti Menteri Transportasi dan Komunikasi Brunei Darussalam Dato Seri Setia Awang Abdul Mutalib, Menteri Transportasi Republik Rakyat Tiongkok Li Xiaopeng, Sekretaris Jenderal ASEAN, Dato Lim Jock Hoi, dan sejumlah Menteri Transportasi serta perwakilan negara-negara anggota ASEAN.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kasus Aktif Covid-19 Sumut 723 Orang, Vaksinasi Booster Tahap Kedua Capai 35,13 Persen

Peristiwa

1.452 Warga Sumut Dinyatakan Sembuh Covid-19 Sumut

Peristiwa

Menag Terbitkan Edaran Terbaru Mengenai Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Masa Pandemi

Peristiwa

Kemenkes: Pasien Positif COVID-19 Tanpa Gejala Cukup Isolasi Mandiri

Peristiwa

Presiden Jokowi: Kesiapan Pemerintah Antisipasi Lonjakan COVID-19 Jauh Lebih Baik

Peristiwa

Peningkatan Kasus COVID-19 di Luar Jawa-Bali, Menko Perekonomian: Segera Perketat Prokes