Bupati Taput: Bukan Mistis, Tapi Penyebab Kematian Hewan Ternak di Pohan Tonga Ulah Binatang Buas

- Minggu, 28 Juni 2020 14:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062020/_9133_Bupati-Taput--Bukan-Mistis--Tapi-Penyebab-Kematian-Hewan-Ternak-di-Pohan-Tonga-Ulah-Binatang-Buas.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs Nikson Nababan MSi bersama Forkopimda Taput Wakil Bupati Taput Sarlandy Hutabarat SH, Dandim 0210/TU Letkol Czi Agus Widodo, Kapolres Taput AKBP Jonner Samosir, Kajari Tatang Darmi, Ketua DPRD Taput Poltak Pakpahan, Ketua Pengadilan Negeri Zefri Mayeldo Harahap bersama Ketua Pengadilan Agama menjelaskan penyebab kematian hewan ternak yang terjadi di Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborong-borong.

"Menyikapi perkembangan kasus kematian ternak yang terjadi Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborong-borong, sesuai informasi Kapolres bersama tim Puslabfor Polda Sumatra Utara dengan hasil temuan di lapangan bahwa kejadian ini bukan mistis, murni adalah ulah binatang buas. Selanjutnya kita akan tetap melaksanaan pemburuan dengan membuat jebakan dan pemantauan melalui pemasangan cctv di sekitar lokasi," ujar Bupati dilansir dari laman taputkab.go.id, Minggu (28/06/2020).

"Kejadian ini pernah terjadi pada tahun 2017, 2018 dan 2019 namun tidak dilaporkan para peternak kepada Pemerintah. Kita harapkan masyarakat tetap waspada dan tetap melakukan pemburuan, kalau ada korban hewan baru segera melaporkan kepada Pemerintah dan TNI-Polri untuk segera diotopsi apa penyebab kematiannya".

"Kami juga menghimbau agar penyebab kematian ternak ini jangan dikaitkan lagi dengan mistis apalagi unsur kriminalitas, ini murni binatang buas. Kita akan upayakan sampai binatang buas ini tertangkap dan dimusnahkan sehingga masyarakat dapat kembali nyaman untuk melakukan aktifitas terutama untuk beternak," jelas Bupati lagi.

Pada kesempatan sebelumnya Bid Labfor Polda Sumut AKP Rafles Tampubolon yang turun bersama Polres Taput menjelaskan bahwa penyebab kematian ternak tersebut adalah murni ulah binatang buas."Saat peninjauan TKP kami melihat ada pola kerusakan kandang sebagai jebakan dengan tarikan dan dorongan dari bawah tanah, kami juga investigasi para peternak termasuk warga sekitar mereka mengatakan melihat hewan mirip anjing".

"Kesimpulan kami bahwa pelaku pembantaian terhadap ternak adalah binatang buas mirip seperti anjing namun lebih besar dari anjing pada umumnya. Ini juga sesuai dengan hasil kami analisa dari foto-foto untuk melihat pola cakaran dan koyakan pada bangkai hewan yang mati. Selanjutnya BKSDA nanti yang akan menyimpulkan hewan apakah itu, kita juga telah berkoordinasi dengan mereka terkait benda diduga rambut dan jejak kaki," pungkas Rafles Tampubolon memaparkan.(BS09)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Taput Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 4.2

Peristiwa

Lantik Pj Bupati Deliserdang dan Taput, Pj Gubernur Sumut Ingatkan Tugas Mendesak Ini

Peristiwa

Personel Gabungan Berhasil Evakuasi Material Longsor yang Tutupi Jalan Lintas Tarutung-Sibolga

Peristiwa

Sebut Palas Ideal untuk Peternakan, Pj Gubernur Sumut Dukung Pengembangan Peternakan di Palas

Peristiwa

Langkat Punya SMK Peternakan, Pj Gubernur Sumut Sebut akan Jadi Investasi Besar

Peristiwa

Plt Bupati Langkat Bersama Pj Gubernur Sumut Hadiri Peresmian SMK Peternakan Prof DR H Mohd Hatta