Kementerian Haji dan WHUC Survei Persiapan 25 Negara Pengirim Jemaah Haji, Termasuk Indonesia

- Selasa, 28 April 2020 19:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042020/_3499_Kementerian-Haji-dan-WHUC-Survei-Persiapan-25-Negara-Pengirim-Jemaah-Haji--Termasuk-Indonesia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-World Hajj and Umrah Convention (WHUC) telah melakukan survei persiapan pelaksanaan haji tahun 1441H/2020M yang melibatkan 25 negara pengirim jemaah haji.

Hal ini diungkapkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar, saat Rapat Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) melalui telekonferensi. "Dari 25 negara tersebut, salah satunya termasuk Indonesia," kata Nizar dilansir dari Kemenag.go.id, Selasa (28/04/2020).

Menurut Nizar, survei ini diselenggarakan kerjasama Biro Perencanaan Kementerian Haji dengan WHUC. Hasil survei ini nantinya akan dilaporkan kepada Menteri Haji dan Raja Salman sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan. "Hasil survei ini nantinya diharapkan dapat memberikan masukan untuk Kementerian Haji atau Raja Salman dalam mengambil kebijakan tentang penyelenggaraan haji 1441H/2020M," jelasnya.

Dari 25 negara yang berpartisipasi dalam pelaksanaan survei, sebutnya, sudah ada 15 negara yang mengembalikan form survei tersebut. "Termasuk Indonesia,” tegasnya.

Terpisah, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menjelaskan survei yang dilakuakn WHUC ini antara lain menggali informasi tentang persiapan dan langkah kesehatan yang diambil setiap negara dalam penanganan Covid-19. Selain itu, survei juga terkait kesiapan setiap negara jika kebijakan haji akan mempertimbangkan pembatasan aspek umur maksimal 50 tahun.

“Survei juga menanyakan tentang kesiapan negara jika harus ada karantina sebelum perjalanan dan ketika tiba di Saudi. Juga tentang kesiapan setiap negara jika ada pengurangan kuota sebanyak 20%,” tuturnya.

Endang menambahkan, pihaknya juga telah mendapat informasi bahwa Arab Saudi mulai 27 April ini sudah tidak memberlakukan lagi jam malam untuk selain Makkah dan Madinah. "Ada informasi yang kami dapatkan bahwa ada perkembangan positif terkait penanganan Covid-19 di Arab Saudi. Sehingga, sejak hari ini, mall, toko, dan kafe sudah diperkenankan buka kembali. Ini kayaknya ada tanda-tanda baik buat kita," ujarnya.

Dia menjelaskan, Raja Salman juga telah menyetujui Majelis Kabinet. "Persetujuan itu terkait pelaksanaan MoU tentang Fast Track bagi negara-negara pengirim jemaah haji,” tandasnya. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Walikota Medan Berharap Kebersamaan Jamaah Haji Tetap Terjalin

Peristiwa

Pj Bupati Langkat Lepas 113 Jemaah Calon Haji Kloter 7 Kabupaten Langkat

Peristiwa

Lepas 348 Calhaj Kloter IV, Walikota Titip Doa agar Medan Diberi Keberkahan

Peristiwa

Pj Gubernur Sumut Lepas Keberangkatan 360 Jemaah Haji Kloter I asal Asahan

Peristiwa

Menteri Agama Berangkatkan Kloter Pertama Jemaah Haji 1445 H

Peristiwa

Lepas 2.482 Calhaj Asal Medan, Walikota Minta Camat Jaga dan Perhatikan Keluarga Jamaah