7 Siswa SMK Diduga Perkosa Adik Kelasnya di Batang Kuis

- Selasa, 31 Maret 2020 00:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042020/_620_7-Siswa-SMK-Diduga-Perkosa-Adik-Kelasnya-di-Batang-Kuis.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS05

Beritasumut.com-Malang benar nasib DI (16) warga Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Niatnya untuk bersungguh-sunggu menempuh pendidikan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kecamatan Batang Kuis, malah berbuah petaka.

Dia dinodai tujuh kakak kelasnya. Korban merupakan siswi kelas X, sedangkan ketujuh pelaku siswa kelas XII. Mirisnya, perbuatan bejat para kakak kelasnya itu dilakukan di sekolah tempat mereka menempuh pendidikan dan di sebuah rumah kosong.

Tak terima mahkota anak gadis kesayangannya direnggut begitu saja, N (45) bersama sang suami MI, didampingi perwakilan Lembaga Perlindungan Anak (LPA), melaporkannya ke Polresta Deli Serdang, Selasa (31/3/2020). Laporan korban diterima dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor 155/III/2020/RESTA DS, tanggal 31 Maret 2020.

"Saya gak terima anak saya diperlakukan seperti ini. Saya minta supaya para pelaku bisa dihukum seberat-beratnya," ujar N kepada wartawan, usai membuat laporan di Polresta Deli Serdang.

Berdasarkan pengakuan anaknya, sambungnya, kasus pemerkosaan tersebut pertama kali terjadi pada Desember 2019 lalu. Saat itu, ada empat orang pelaku yang memperkosa anaknya di dalam ruang praktik sekolah. Setelah itu terjadi lagi pada bulan Januari 2020, tiga pelaku lagi yang melakukan hal serupa.

"Terbongkarnya kemarinlah. Dia ini (D) di rumah bawaannya emosi saja. Sering marah-marah. Dia gak pernah cerita sama kami, terbongkarnya itu karena kakaknya bongkar hape dia lah. Dibacainlah sama kakaknya pengancaman-pengancaman pelaku. Anakku ini gak berani ngomong karena diancam kalau cerita akan disebarkan video-video dia," jelas MI, ayah korban.

MI menyebutkan putrinya itu akhir-akhir ini sempat tidak mau sekolah lagi, bahkan sempat kabur dari rumah. "Sempat kami buat laporan kehilangan di Polsek Tanjung Morawa. Karena empat hari juga dia gak di rumah. Kami cariin barulah dia pulang," ujar MI.

Dia juga menambah saat kabur anaknya itu tinggal di tempat temannya. "Dia memang perempuan tapi sekolahnya jurusan otomotif. Katanya memang dia yang perempuan di kelas. Cita-cita dia mau jadi mekanik ya cemana, itu mau dia ya kita turutin lah. Kita suruh masuk jurusan akuntansi kayak kakaknya dia enggak mau. Memang hobinya di situ ya cemana," tandasnya. (BS05)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Dalam Waktu Dua Jam, Empat dari 10 Pelaku Pemerkosa Mahasiswi Diciduk Tim Opsnal Polsek Patumbak

Peristiwa

Pelaku Pemerkosaan Santriwati di Tembung Ditangkap Petugas Satreskrim Polrestabes Medan

Peristiwa

Polrestabes Medan Tangkap Pelaku Percabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

Peristiwa

Dugaan Pemerkosaan Siswa SD oleh Pihak Sekolah, Sang Ibu Mengadu ke Hotman Paris

Peristiwa

Tiga Pelaku Curanmor yang Tewas di Deli Serdang Terungkap

Peristiwa

Kadin Jalin Silaturahmi dengan Kapolresta Deli Serdang