Pemberdayaan Petani Sawit, Pemkab Tapsel Jalin Kerjasama dengan CI Indonesia dan Unilever

- Senin, 17 Februari 2020 20:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022020/8308_Pemberdayaan-Petani-Sawit--Pemkab-Tapsel-Jalin-Kerjasama-dengan-CI-Indonesia-dan-Unilever.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Dalam rangka membangun bentang alam yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) secara konsisten menyelenggarakan program pemberdayaan terhadap petani sawit mandiri.

 

Nassat Idris selaku Senior Director Terrestrial Program Conservation International Indonesia (CI) menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk mencegah adanya pembukaan lahan baru bagi sawit dan meningkatkan produktivitas sawit petani.

 

“Kegiatan ini diperlukan karena hutan di Tapsel sudah banyak dirambah dan beralih menjadi perkebunan kelapa sawit, sehingga fungsi hutan sebagai tangkapan air dan mencegah longsor pun menjadi berkurang. Program ini perlu dilakukan secara komprehensif agar ke depannya tidak akan ada lagi perambahan dan produksi (sawit) bertambah,” ungkap Nassat dalam siaran persnya, Senin (17/02/2020).

 

Sebagai kecamatan yang memproduksi sawit terbesar di Tapsel, petani sawit di Kecamatan Muara Batang Toru, Batang Toru, Angkola Sangkunur, dan Angkola Selatan pun tidak terlepas dari program pemberdayaan ini.“Sekitar 90% masyarakat di kecamatan ini (Muara Batang Toru) adalah petani sawit. Melalui kegiatan ini, kami berharap agar petani dapat berkebun secara lestari dan lingkungan disini tetap terjaga,” sambung Abdul Gani Lingga selaku Camat Muara Batang Toru.

 

Program pemberdayaan petani sawit mandiri ini didukung oleh Unilever yang juga mempunyai visi dalam membangun rantai pasok sawit yang berkelanjutan. Sebagai perusahaan multinasional yang produksinya digunakan lebih dari 190 negara, Unilever sangat mendukung para petani di Tapanuli Selatan untuk mendapatkan sertifikasi sawit yang berkelanjutan.

 

“Tren sustainability akan terus tumbuh ke depannya. Maka dari itulah, kami ingin sawit yang diperoleh memang berasal dari kebun yang bersertifikasi dan dikelola secara bijak oleh petani,” terang Achmad Adhitya selaku Sustainable Sourcing Senior Manager Unilever.

 

PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) yang juga menjadi pemasok sawit bagi Unilever sangat mendukung dengan adanya program ini dan berharap agar penerapan sawit berkelanjutan dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. “Melalui penerapan praktik sawit yang berkelanjutan, kami (PTPN III) berharap agar kegiatan tersebut dapat berdampak pada prosperity (kesejahteraan), people (masyarakat), dan planet," ungkap Kuller Siregar, Sustainability Manager PTPN III.

 

Program pemberdayaan petani sawit di Tapsel telah dimulai sejak tahun 2018 hingga 2019 yang lalu melalui program Good Growth Partnership (GGP)-UNDP. Melalui program ini, sebanyak 706 petani sawit di 4 kecamatan telah mengikuti Sekolah Lapang dan menerapkan praktik sawit yang baik di kebunnya.

 

Pada tahun ini, kegiatan pemberdayaan petani sawit akan kembali dilanjutkan oleh Pemkab Tapsel dan CI Indonesia bersama dengan Unilever. Hingga 3 tahun mendatang, Dinas Pertanian dan Perkebunan Tapsel, CI Indonesia dan Unilever akan terus mendampingi petani sawit hingga 1.000 petani ditargetkan memperoleh sertifikasi sawit yang berkelanjutan (RSPO).

 

Dalam peresmian program ini, pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan mengakui bahwa pelatihan petani sawit untuk memperoleh sertifikasi RSPO merupakan yang pertama di Tapsel. “Pelatihan petani menuju RSPO ini merupakan kesempatan pertama bagi Tapanuli Selatan. Kami berharap agar Tapsel bisa menjadi model bagi perkebunan sawit yang berkelanjutan," ungkap Faisal Simamora, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Daerah Tapsel.

 

Terkait dengan proses mendapatkan RSPO, petani sawit mengakui bahwa pengumpulan legalitas lahan masih menjadi kendala bagi sebagian besar petani. “Masih banyak petani yang ragu untuk mengumpulkan legalitas tanahnya karena takut jika disalahgunakan," ujar Julhadi Siregar, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sawit Maju Bersama.

 

Maka dari itulah, ke depannya pihak Dinas Satu Pintu Tapsel akan membantu mendampingi petani untuk mengurus keperluan legalitas tanah tersebut.“Kami akan bantu sosialisasi legalitas ini kepada bapak ibu. Dinas Satu Pintu juga akan membantu pengumpulan legalitas tanah untuk proses RSPO," ungkap Padot SSos selaku Kabid Penyelengaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Tapsel.(Rel)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Sadis! Dua Centeng Kebun Tembak dan Bacok Terduga Maling Sawit hingga Tewas

Peristiwa

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penataan Lahan Perkebunan Sawit

Peristiwa

Prabowo Minta Kepala Daerah dan TNI-Polri Jaga Kebun Sawit: Itu Aset Negara

Peristiwa

Pj Gubernur Bersama GAPKI Sumut Bahas Isu Terkini Terkait Sektor Sawit

Peristiwa

Pemprov Sumut Dukung Hilirisasi Investasi Strategis Sektor Industri Kelapa Sawit

Peristiwa

Kunjungi KEK Sei Mangkei, Delegasi Sembilan Negara Tinjau Hilirisasi Karet dan Kelapa Sawit Berskala Internasional