Ketua KNPI Sumut Ingatkan SOP Karantina Ancaman Virus Corona Benar Berjalan

- Selasa, 11 Februari 2020 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022020/3251_Ketua-KNPI-Sumut-Ingatkan-SOP-Karantina-Ancaman-Virus-Corona-Benar-Berjalan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Ketua KNPI Sumut El Adrian Shah mengingatkan agar petugas Dinas Kesehatan benar-benar memantau kesehatan ke-68 warga yang statusnya dikarantina rumah di Sumut terkait virus Corona. Meskipun mereka telah melewati pemeriksaan scanner di Bandara Kualanamu dan tidak memiliki ciri-ciri Virus Corona (n-CoV) menurut El tetap saja petugas tidak boleh lengah dan mengendurkan pengawasan selama 14 hari ke depan. 

 

"Kita berharap petugas jangan sampai lengah untuk mengawasi saudara-saudara kita itu. Karena yang kita khawatirkan pas dipemeriksaan di Bandara tak terdeteksi, tapi setelah beberapa hari di rumah muncul pula tanda-tanda virus Corona. Ini yang kita khawatirkan karena penyebarannya sangatlah cepat dan jelas ini sangat meresahkan warga lainnya," tegas El kepada wartawan, Selasa (11/02/2020).

 

Tidak kalah pentingnya, lanjut El, warga yang dikarantina harus benar-benar sadar dan diberikan pemahaman tentang apa-apa yang harus dia dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan kalau dirinya terjangkit virus Corona agar tidak menular ke warga lainnya. "Tentu seseorang di karantina ada standar prosedur yang harus dijalankannya. Kita maunya petugas tak hanya memberi pemahaman saja tapi benar-benar memastikan kalau SOP itu benar dijalankan selama masa inkubasi Itu," harapnya lagi.

 

Selain itu, El juga berharap petugas kesehatan juga mensosialisasikan kepada warga khususnya yang berada di sekitar tempat tinggal ke-68 orang ini agar menghindari kontak fisik termasuk juga pihak keluarga warga yang dikarantina. Karena menurut informasi yang beredar kalau virus corona ini bisa menular lewat batuk, bersin, dan percikan dari cairan orang yang menderita. "Upaya-upaya penegahan dan antisipasi harus benar dilakukan. Bila perlu, Dinkes bagikan masker kepada warga di sekitar tempat tinggal yang dikarantina. Biar lebih safety dan warga pun tak resah dibuat," pungkasnya.

 

Sebelumnya, Kabid Pengendalian Karantina dan Surveilam Epideminologi KKP Kelas I Medan, Rahmat Ramadhan Nasution bahwa ke 68 warga yang dikarantina rumah telah diperiksa terlebih dulu di Bandara Kualanamu dan tidak ada ciri-ciri virus Corona. 

 

Rahmat menjelaskan, karantina rumah tersebut diatur dalam UU Karantina dan sebagai pengawasan penyebaran Virus Corona bagi warga yang baru pulang dari China. "Sebenarnya aturan itu untuk memperketat pengawasan tentang penyebaran n-CoV ini. Kita kan ada UU Karantina, ada karantina rumah jadi kita ambil yang karantina rumah karena n-CoV ini sudah masuk ke Indonesia," jelasnya saat konfrensi pers di Dinas Kesehatan Sumut, Medan.

 

Dia menyebutkan bahwa karantina rumah tersebut berguna untuk memantau kondisi dari para warga yang dikarantina yang dilakukan secara berkala oleh Dinkes setempat. "Jadi ada tanggungjawabnya, bahwa setiap harinya bisa memantau dan memastikan kondisi warga yang baru pulang dari China selama 14 hari," tambah Rahmat sembari menjelaskan bahwa 68 orang tersebut tak hanya warga negara asing, namun juga para WNI yang merupakan mahasiswa. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Rizky Yunanda Kembali Pimpin KNPI Langkat, Syah Afandin: Berikan Dampak Positif ke Pemuda

Peristiwa

Kapolri Paparkan Tiga Strategi Antisipasi Lonjakan Covid-19

Peristiwa

Polsek Percut Sei Tuan Gelar Vaksinasi Anak usia 6-12 Tahun di Jalan Seser Medan

Peristiwa

Total Kasus Omicron Bertambah Jadi 572 Orang, Kemenkes Perkuat Pelaksanaan 3T

Peristiwa

Kemenkes: Cek Tiket Vaksinasi di PeduliLindungi, Vaksinasi Booster Dimulai 12 Januari

Peristiwa

Dinkes Tingkatkan Kewaspadaan Cegah Omicron Masuki Kota Medan