Wakil Walikota Padangsidimpuan Bersama TPID Meninjau Kebun Bawang dan Cabai Warga Angkola Julu

Herman - Kamis, 06 Februari 2020 15:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022020/2064_Wakil-Walikota-Padangsidimpuan-Bersama-TPID-Meninjau-Kebun-Bawang-dan-Cabai-Warga-Angkola-Julu.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Wakil Walikota Padangsidimpuan Ir H Arwin Siregar, MM beserta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) meninjau kebun bawang dan kebun cabai warga Angkola Julu, hasil binaan Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan, Rabu (05/02/2020).

 

Kedatangan TPID ini adalah melihat langsung terkait kemampuan daerah dalam memproduksi tanaman kebutuhan pokok sehari-hari, juga memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat. Adapun sasarannya kali ini adalah tanaman bawang merah dan cabai merah.

 

Wawako Arwin menyebut, komoditas bawang ini sangat menjanjikan. Tidak menutup kemungkinan, petani akan mau mengalih fungsikan lahannya menjadikan tanaman bawang ini menjadi komoditas unggulan begitu juga dengan cabai.

 

“Kita berkeinginan menjadikan daerah Angkola Julu ini menjadi Berastaginya Padangsidimpuan, dimana sektor pertanian menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di Kota Padangsidimpuan, dan menjadi lumbung pangan di Kota Padangsidimpuan,” katanya.

 

Sekdako Letnan Dalimunthe menuturkan Pemko Padangsidimpuan melalui TPID akan berkoordinasi merumuskan permasalahan yng dialami petani, kedepan kita tidak ingin petani merasakan kecewa akibat sewaktu-waktu harga anjlok.

 

“Kita ingin petani sejahterah, bagaimana solusi permodalan petani, mungkin bisa dicari solusi dari dinas perdagangan maupun bagian perekonomian. Yang pasti pemerintah ingin mensejahterakan petani,” ujar Sekdako.

 

Berdasarkan penuturan petani bawang Muldaim, sebelumnya lahan beliau adalah tanaman padi yang bisa menghasilkan 90 Kaleng Padi yang hanya menghasilkan sekitar 4 Juta Rupiah per sekali panen (4 Bulan).

 

Namun, setelah mendapat saran dan bimbingan dari dinas Pertanian beliau beranikan diri untuk memulai mengalihkan lahan menjadi komoditas bawang. Beliau mengaku bisa mendapatkan 25 Juta Rupiah dengan lahan yang sama dan lebih cepat panen yaitu 60 hari (2 bulan).

 

Para petani juga berharap agar Pemerintah bisa menstabilkan harga sehingga petani tidak takut rugi pada saat memulai menanam.

 

Wawako juga sempat berkunjung ke UPTD Puskesmas Pokenjior meninjau layanan kesehatan berjalan dengan baik. Dijadwalkan, Pada Tanggal 12 Februari mendatang Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution akan ikut serta dalam panen raya tanaman cabai dan bawang merah di Angkola Julu.

 

Turut mendampingi Wakil Walikota, Sekretaris Daerah Letnan Dalimunthe, Asisten II Rahuddin Harahap, Kadis Pertanian Parimpunan Siregar, Kadis Perdagangan Ridoan Pasaribu, Camat Psp Angkola Julu, Para Kades.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

KIS Group Gandeng Shell Pasok BioLNG ke Singapura Mulai 2027, Indonesia Jadi Basis Produksi

Peristiwa

Wujudkan Tanam Padi Tiga Kali Setahun, Gubernur Sumut Minta Bantuan ke Presiden untuk Perbaikan Tanggul

Peristiwa

Hadapi Krisis Pangan Global, Pemerintah Pastikan Produksi Beras Nasional Surplus

Peristiwa

Pemprov Sumut Imbau Setiap Daerah Optimalkan Kerja Sama untuk Jaga Inflasi

Peristiwa

Percepat Hilirisasi, Pemerintah Akan Bangun Refinery 1 Juta Barrel

Peristiwa

Produksi Minyak PHE Tembus 553,67 Ribu Barel/Hari