Beritasumut.com-Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani meresmikan Jembatan Hamzah Al-Fansuri di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Jembatan yang dibangun berbiaya Rp 52 miliar ini sepanjang 100 m x 10 m merupakan jembatan termegah dan merupakan salah satu ikon di Tapteng. Jembatan yang bernama Hamzah Al-Fansuri itu terbentang kokoh menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Barus dan beberapa desa di Kecamatan Andam Dewi, membuka keterisolasian yang selama ini membelenggu beberapa desa-desa sekitarnya.Keberadaan jembatan ini sangat strategis dan diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di beberapa desa yang terhubung dan secara umum meningkatkan perekonomian daerah di Tapteng. Dilansir dari laman tapteng.go.id, Minggu (05/01/2020), Jembatan Hamzah Al-Fansuri, ditabalkan dari nama seorang ulama sufi, ahli tasauf, penyair ternama dan budayawan terkemuka putra kelahiran Barus, Tapteng, Provinsi Sumatera Utara (sumut) yang hidup pada sekitar abad ke 17 M. Atas karya-karyanya di bidang budaya, seperti puisi dan prosa semasa hidupnya, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Bintang Budaya Parama Dharma pada acara Penganugerahan Bintang Maha Putera dan Tanda Jasa di Istana Negara. H M Akhyar Habeahan mewakili masyarakat mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani atas terbangunnya jembatan tersebut yang menghubungkan desa-desa yang sebelumnya terisolasi.“Mewakili Masyarakat Desa Kampung Mudik, Desa Bunga Tanjung menyampaikan rasa terima kasih kami yang tidak terhingga atas pembangunan Jembatan Hamzah Al-Fansuri yang berada di tengah-tengah, diantara Desa Kampung Mudik dan Desa Bunga Tanjung,” kata Akhyar. “Bagi kami orang-orang tua yang telah berumur lebih kurang 65 tahun merasakan betul betapa manfaat dari pada jembatan ini. Selama ini manakala ada banjir, anak-anak sekolah diliburkan karena tidak bisa menyeberang dari Desa Bungo Tanjung ke Desa Kampung Mudik. Sekarang, telah sama-sama kita lihat, betapa sesungguhnya seorang Bupati, Putra Daerah yang bersungguh-sungguh membangun negerinya sehingga tercipta sarana dan prasarana sehingga akan naik perekonomian masyarakat di desa ini. Atas ini semuanya, kami tidak bisa mengatakan apa-apa, namun kami selalu berdoa kepada Allah SWT kiranya Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati selalu diberi Allah hidayah, petunjuk, kesehatan, terjauh dari segala fitnah,” papar Akhyar lagi. Sementara itu, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam sambutannya mengatakan bahwa sejarah mencatat tanggal 31 Desember 2019, tantangan pun akan dihadapi untuk membangun negeri yang dicintai ini. “Dulu hanyalah mimpi, hari ini kita tunjukkan, kita harus bangkit dan melawan mimpi dan hayalan itu kini menjadi kenyataan. Rp. 52 milyar kita curahkan uang untuk membangun jembatan menghubungkan 4 desa, yakni Desa Kampung Mudik, Desa Ujung Batu, Desa Bungo Tanjung, dan Desa Kinali,” kata Bupati. “Kalau Allah SWT mengijinkan dan saya yakinkan ketika masih ada di pundak kami tanda jabatan dan ada simbol-simbol kekuasaan, tahun 2021 kami yakinkan diri kami akan kami bangun Jembatan Bungo Tanjung dan Ladang Tengah. Saya tidak peduli nanti malam tidak Bupati, saya tidak pikirkan besok pagi masih kaya atau bukan, yang saya pikirkan, setiap nafasku, setiap hariku hanya memikirkan kampung halaman yang kucintai ini, Kabupaten Tapanuli Tengah yang kita cintai ini,” lanjut Bupati. Bupati juga menjelaskan mengapa tanggal 31 Desember 2019 kita mau membuat sejarah, sebelum tahun 2020 Tapteng memiliki ikon, yakni Jembatan Hamzah Al-Fansuri di Barus. “Kami juga akan membangun Kantor Bupati Tapteng menelan biaya Rp 95 miliar akan kita mulai pembangunannya April 2020. Kita ingin tunjukkan bahwa ada ibukota kabupaten, yakni Pandan yang selama ini tidak ada ciri-ciri ibokota," "Kita akan tunjukkan bahwa ada ibukota yang sesungguhnya di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kita juga sudah membangun Gedung Olahraga Pandan. Kami juga akan tunjukkan Kantor Dinas Kesehatan sekarang dan akan kita buat air menari di sana dan akan menjadi ikon Kabupaten Tapanuli Tengah. Kita membutuhkan kebersamaan dan dukungan doa dan keinginan kita untuk membangun Kabupaten Tapanuli Tengah. Kami yakin bukan yang terbaik tapi kami yakin, kami akan berusaha berbuat yang terbaik,” lanjutnya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Provinsi Sumatera Utara, dalam hal ini Gubernur Sumatera Utara sebelumya, Tengku Erry Nuradi yang telah mencurahkan pulpennya menandatangani agar bisa Bantuan Keuangan Provinsi dianggarkan pembelanjaan daerah Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2018 yang lalu. itu yang membuat ini terwujud,” ucapnya. “Kami akan yakinkan Pemerintah Pusat, mohon doa kita semua bahwa kami atas ijin Allah SWT, tahun 2021 akan dimulai pembangunan yang akan dikelola dan ditenderkan oleh Pemerintah Pusat 2021 atau 2022, Tembok Penahan Sungai yang akan dibangun kiri kanan di sepanjang sungai yang ada di Barus agar tidak banjir. Jalan-jalan akan kita perbaiki, saya hanya butuh tanah sekitar 4 hektar kalau ada itu di Ujung Batu, Bungo Tanjung, atau di Kinali, jalannya akan kita buka, Lapangan Merdeka akan kita pindahkan ke situ. Lapangan Merdeka akan kita buat Alun-Alun Kota Barus, taman-taman indah di Kota Barus, bunga-bunga yang mekar di Kota Barus. Kita akan tunjukkan sejarah bahwa Barus tidak akan tertinggal dan Barus bukan hanya nama sejarah yang ada di masa lalu." “Saya memang Putra Barus tetapi yakinkan di semua wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, saya tidak akan memikirkan Barus semata. Saudara-saudara bisa saksikan di kecamatan lain hampir semua selesai pembangunan infrastruktur 2 tahun di kepemimpinan kami ini. Kami yakinkan di 5 tahun kepemimpinan kami, Putra Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, kami pastikan Jalan di Kabupaten Tapanuli Tengah satu pun tidak akan ada yang berlubang di seluruh Kabupaten Tapanuli Tengah. Sudah terbangun Pabrik Kelapa Sawit untuk menampung sawit masyarakat di Sibabangun. Mei 2020 akan dibangun Pabrik Kepala Sawit yang menampung sawit masyarakat di Sirandorung, otomatis harga sawit naik,” kata Bupati Tapanuli Tengah dalam sambutannya.“Saya bukan seorang sarjana, Wakil Bupati juga bukan sarjana. Kami hanya pekerja-pekerja yang tiap hari bekerja hanya memikirkan masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah. Kami hanya ingin membangun. Yakinkan, semua Kabupaten Tapanuli Tengah ini akan kita bangun dari ujung ke ujung adalah masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, 20 kecamatan, 215 kelurahan dan desa adalah kewajiban kami mengangkat harkat dan martabat masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah,” sambung Bupati. Hadir dalam acara ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumut Rahmansyah Sibarani, Wakil Bupati Tapten Darwin Sitompul, Wakil Wali Kota Sibolga Edi Polo Sitanggang, Sekretaris Daerah Tapteng Drs Hendri Susanto Lumbantobing, Staf Ahli, Pimpinan OPD Pemkab Tapteng dan Pemko Sibolga, Camat se-Tapteng, Lurah dan Kepala Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Masyarakat Barus, serta undangan lainnya.(BS09)