NGOPI, Bupati Batubara Pakaikan Songket Melayu Pada Kakanwil Kemenag Sumut

- Sabtu, 21 Desember 2019 23:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122019/6340_NGOPI--Bupati-Batubara-Pakaikan-Songket-Melayu-Pada-Kakanwil-Kemenag-Sumut.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Empat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten/ Kota, Kemenag Kota Tebing Tinggi, Kemenag Kabupaten Batu Bara, Kemenag Kabupaten Asahan dan Kemenag Kota Tanjung Balai menggelar kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) yang dilaksanakan di Pendopo Zahir, Kabupaten Batubara, pertengahan pekan ini.

 

NGOPI, dilansir dari Sumut.kemenag.go.id, Sabtu (21/12/2019), menghadirkan keynote speaker, Bupati Batubara Ir H Zahir MAP bertema “Menangkal Paham Radikalisme dalam Menjaga Kebersamaan Umat dengan Moderasi Beragama.

 

Hadir dalam acara ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Kakankemenag Kota Tebing Tinggi, Kakankemenag Kabupaten Asahan, Kakankemenag Kota Tanjung Balai, Kakankemenag Kabupaten Batu Bara, Kabag Ops Polres Batu Bara, Kapolsek Lima Puluh, Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sumut dan beberapa unsur pejabat struktural lainnya dari Kanwil kemenag Sumut maupun dari empat Kemenag kabupaten kota, tamu dan undangan.

 

Seluruh peserta kegiatan Ngopi mengenakan busana Melayu Deli, begitu juga dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H Iwan Zulhami SH MAP, beserta Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumut Ny Hj Susilawati Iwan Zulhami. Kedua tamu dipakaikan kain songket Melayu sebagai tanda tamu penghormatan.

 

Kakanwil dipakaikan songket melayunya langsung oleh Bupati Batu Bara, sedangkan Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumut dipakaikan kain songketnya oleh keempat Ketua DWP Kemenag kabupaten kota.

 

Kakankemenag Asahan, Dr H Hayatsyah MPd mengatakan, kepada Humas Kankemenag Asahan Srie bahwa dengan memakai busana melayu saat melaksanakan kegiatan ngopi berarti kita sudah melestarikan budaya Melayu Deli yang tidak akan punah jika kita selalu memperkenalkannya di setiap event.

 

"Tampak kegiatan ngopi ini begitu hidup dan serasa kental adat melayu, karena berbagai warna dan bentuk busana Melayu dipakai peserta NGOPI. Kelihatan sangat menarik busana Melayu tersebut, tatkala ada kain sampingnya yakni songket melayu dan tutup kepala yang disebut songkok, atau lacak, sebutan di Melayu Jambi," ujarnya.

 

Dijelaskannya, ASN Kementerian Agama Provsu sudah menggunakan busana Melayu di satu hari kerja. "Baik itu di Kanwil Kemenag maupun di Kemenag Kabupaten Kota. Seperti di Kemenag Asahan, telah wajib menggunakan baju khas Melayu Deli berwarna kuning emas saat hari Jumat. Sehingga tanpa kita sadari kita sudah menjadi masyarakat Indonesia pelestari budaya adat Melayu," pungkasnya. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Polda Sumut Tangkap Bakal calon Bupati Batubara Zahir

Peristiwa

Mantan Bupati Batubara jadi DPO, Polda Sumut Minta Masyarakat Lapor

Peristiwa

Lantik Pj Bupati Batubara, Pj Gubernur Sumut Sampaikan Delapan Arahan Presiden RI

Peristiwa

Ramadhan Penuh Berkah, Bupati Batu Bara Salurkan Zakat dari Baznas

Peristiwa

Wisata Pantai Sejarah, Bupati Batubara Resmikan Jalan Produksi Perikanan dan Sentra Pemasaran

Peristiwa

Warga Kabupaten Batubara Diimbau Tak Rayakan Selebrasi Tahun Baru, Cegah Klaster Covid-19