Beritasumut.com-Warung Sedekah Polsek Sunggal yang menyediakan makanan gratis setiap hari Jumat, selalu menyimpan cerita. Kali ini cerita sedikit berbeda dengan biasanya. Adalah Sunardi, pria paruh baya yang datang ke Warung Sedekah dengan berjalan kaki, dari Kawasan Klambir 5, menuju Warung Sedekah. Dengan wajah penuh kesedihan, pria korban konflik Aceh ini, meminta bantuan Kapolsek Sunggal, Kompol H Yasir Ahmadi, yang setiap Jumatnya memang menyempatkan diri datang ke Warung Sedekah, untuk mendengar langsung keluhan warga. Sunardi, mengaku memiliki 2 orang anak berumur 20 tahun yang membutuhkan pertolongan. Anak pertamanya mengalami gangguan jiwa dan terpaksa harus dipasung di rumah, karena kerap membahayakan. Bahkan, 5 bulan silam ini dia dan keluarga harus terusir dari rumah kontrakannya di kawasan Sunggal, karena para tetangga khawatir menjadi korban sang anak. Alhasil, kini Sunardi dan anaknya menumpang di sebuah rumah yang terletak di kawasan Tanah Garapan Klambir 5, Kecamatan Hamparan Perak. Sedangkan anaknya bungsunya, menderita kebocoran paru-paru dan membutuhkan biaya perobatan yang tak sedikit. Kondisi makin sulit karena Sunardi dan keluarga tidak terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan. Sehingga makin mustahil rasanya untuk mengobati kedua anaknya. Pekerjaan Sunardi hanyalah pencari daun kangkung, yang dijual Rp 2000 untuk setiap 7 ikat daun kangkung. "Saya sudah meminta pertolongan kemana-kemana pak, tapi tidak ada yang bisa menolong. Saya kemana-mana juga hanya berjalan kaki, termasuk datang kesini. Saya cuma pencari daun kangkung, dan uang yang saya dapat setiap hari kurang dari Rp.20.000," ucap Sunardi sembari menangis. Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi mendengarkan cerita keluarga Sunardi, kemudian bersama menuju kediamannya untuk membuktikan langsung kebenaran ceritanya. Meskipun tempat tinggal Sunardi saat ini bukan lagi berada di wilayah hukum Polsek Sunggal, namun Kompol H Yasir Ahmadi tetap datang ke kediaman Sunardi. Sesampainya di sana, Sabtu (23/11/2019), ternyata benar, satu anak Sunardi berada di sebuah kamar sempit, dengan kondisi tangan dirantai, dan kaki diikat tali. Robin (22), anak Sunardi terpaksa dipasung sejak setahun terakhir, usai mengalami gangguan kejiwaan tanpa sebab. Sebelum dipasung, Robin kerap memukul siapapun yang ada di dekatnya. Melihat hal ini, tanpa rasa khawatir sedikitpun, Kompol H Yasir Ahmadi langsung berinisiatif untuk memandikan Robin. Usai memandikan, Robin pun diberikan makan, dan disulangi langsung oleh Kompol H Yasir Ahmadi. "Mau makan enak?" tanya Kapolsek Sunggal. "Mau, rendang," sahut Robin dengan nada tak karuan. Usai memberikan Robin makanan, Kompol H Yasir Ahmadi kemudian membawa Robin ke Rumah Sakit Jiwa untuk mendapatkan penanganan yang layak. Tentunya, Robin dibawa atas persetujuan Sunardi, yang harus rela berpisah sementara dengan sang anak. "Robin kita bawa dulu ke Rumah Sakit Jiwa untuk ditangani secara tepat. Ini demi kebaikan dia dan keluarga," ucap Kompol H Yasir. Selain membawa Robin ke Rumah Sakit Jiwa, adik Robin yang alami kebocoran pada paru-paru, juga turut diperhatikan. Adik Robin, nantinya akan dibawa ke RS Bhayangkara Medan, untuk diobati. "Ini semua sesuai arahan Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto, untuk menolong setiap warga yang kesusahan dan membutuhkan pertolongan. Dan ini semua atas ijin Allah SWT," tandas mantan Kapolsek Patumbak ini. (BS04)