Terkait Pembuangan Bangkai Babi, Polisi Periksa Tiga Orang Peternak

Herman - Rabu, 20 November 2019 10:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112019/9441_Terkait-Pembuangan-Bangkai-Babi--Polisi-Lakukan-Pemeriksa-Terhadap-Tiga-Peternak.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Sebanyak 3 orang peternak diperiksa polisi, pasca diamankannya penarik becak bernama Senang Hati Bulolo (sebelumnya disebut Sinar Hati Bulolo), seorang pelaku pembuang 2 bangkai babi di wilayah Desa Helvetia Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Minggu (17/11/2019) lalu.

 

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, pemeriksaan itu telah dilakukan, pada Selasa (19/11/2019) siang, sejak pukul 14.00 WIB. "Pemeriksaan ini terkait penangkapan pembuang bangkai babi di Desa Helvetia, kemarin," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (20/11/2019).

 

Yasir menjelaskan, ketiga peternak babi yang diperiksa ini, masing-masing berinisial PSS (38) warga Jalan Helvetia by pass Desa Helvetia, DS (47) warga Jalan Karya Ujung Desa Helvetia, dan JVP (45) warga Jalan Karya 5 Desa Helvetia.

 

PSS sendiri, sebut dia, memiliki kandang babi disamping rumahnya sebanyak 12 ekor, DS memiliki kandang di kawasan Jalan Pra Sejahtera 1 Dusun 6 Desa Helvetia sebanyak 20 ekor, serta JVP memiliki kandang babi dibelakang rumah sebanyak 5 ekor.  "Dari hasil pemeriksaan, ketiganya mengaku tidak mengenal pelaku," ujarnya.

 

Selain itu, Yasir menjelaskan, peternak PSS juga mengaku jika sampai saat ini ternak miliknya belum atau tidak pernah terkena penyakit hog cholera. Akan tetapi, PSS mengatakan jika memang ada babi tetangganya yang mati karena penyakit tersebut, namun dikuburkan ditanahnya sendiri di Dusun 4 Desa Helvetia.

 

Sedangkan DS, lanjut Yasir, memang mengakui jika pernah ada 2 ekor ternak babi miliknya yang mati karena penyakit hog cholera. Namun ia langsung menguburkan bangkainya ditanahnya sendiri, persis didekat kandangnya. 

 

"Sementara JVP mengatakan, jika memang ada babi milik tetangganya yang mati akibat penyakit hog cholera. Akan tetapi bangkainya juga tidak dibuang, melainkan dikubur disekitar kandang babinya," pungkasnya.(BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Bupati Deli Serdang: Masyarakat Harus Gemar Makan Ikan, Jangan Tergiring Isu Hoax

Peristiwa

Polsek Sunggal Tangkap Pembuang Bangkai Babi

Peristiwa

Polisi dan TNI Sisir Aliran Sungai Belawan, Antisipasi Pembuangan Bangkai Babi

Peristiwa

Terkait Pembuangan Babi Mati ke Sungai, Polsek Percut Awasi Peternakan Babi