Beritasumut.com-Batalyon Infanteri Yonif 133/YS menerima kunjungan dari Tim Riksiap Ops Mabes TNI yang dipimpin oleh Waasops Panglima TNI Marsma TNI Jorry S Koloay SIP MHan. Kunjungan ini dalam rangka untuk mengetahui kesiapan Yonif 133/YS yang akan melaksanakan tugas operasi sebagai Satgas Pamtas Indonesia – Malaysia di wilayah Kalimantan Barat. Apel pengecekan berlangsung di lapangan apel Mako Yonif 133/YS, Jum’at (08/11/2019). Apel gelar pasukan dipimpin Waasops Panglima TNI Marsma TNI Jorry S Koloay SIP MHan. Hadir Paban IV/Ops Sops TNI Kolonel Inf Suhardi, Kadobek Puskes TNI Kolonel Ckm Adi Djajadi SKM Mar, Kolonel Inf Cristian Tehuteru, Paban III/Siapsat Sopsad, Letkol Kes I Made Sidi Astawan, Pabandya-1/Dukes Spaban V/Kes Slog TNI, Letkol Laut (E) Amin Yudi Widodo ST. Turut hadir Pabandya 2/Rendukmat Spaban VI/Mat Skomlek TNI, Letkol Sus Hasanudin, Kasubag Bintalrohis Pusbintal TNI, Letkol Cba Moh. Sirwani, S.Sos, Kasubidrenbekap Babek TNI, Danrem 032/WBR Brigjen TNI Kunto Arif Wibowo, didampingi Danyonif 133/YS Letkol Inf Endik Hendra Sandi dan para Pejabat korem 032/wbr memeriksa kesiapan personel maupun materiil yang akan digunakan oleh Yonif 133/YS dalam tugas operasi menjaga kedaulatan NKRI. Saat memberikan pengarahan, Waasops Panglima TNI menegaskan kepada seluruh personel Yonif 133/YS yang akan melaksanakan tugas operasi yang pertama adalah melaksanakan penugasan ini dengan semangat dengan penuh kebanggaan. "Suatu kehormatan dari negara untuk memberi tugas dan tanggung jawab kepada satgas dalam melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI - Malaysia. Pembekalan ini untuk mengingat kembali prosedur yang harus dikuasai anggota," pesannya. Dia juga berpesan agar personil tetap semangat dan menjaga keimanan dengan agama dan kepercayaan masing-masing. "Tetap jaga kekompakan dan hubungan dengan unsur-unsur yang ada di perbatasan, sehingga tugas kita berjalan dengan baik karene Kita bisa bersama melaksanakan tugas pokok kita,” tegas Waasops Panglima TNI. Mengakhiri arahannya, Waasops Panglima TNI meminta untuk tetap memelihara kemampuan dan olah keprajuritan dengan memanfaatkan waktu luang di pos dengan tetap berlatih. "Jangan sampai terlena dengan keadaan, setelah 9 bulan melaksanakan penugasan, kemampuan prajurit hilang,” pungkasnya. (Rel)