Penutupan Gelar Melayu Serumpun 2019, Kemenpar RI Jadikan Gemes Event Worderful Indonesia 2020

- Senin, 04 November 2019 19:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112019/156_Penutupan-Gelar-Melayu-Serumpun-2019--Kemenpar-RI-Jadikan-Gemes-Event-Worderful-Indonesia-2020.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Malam penutupan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) 2019, yang digelar di halaman Istana Maimun, Minggu (03/11/2019) malam, berlangsung meriah. Seribuan warga tampak menyaksikan pagelaran seni budaya melayu yang ke-IV ini dengan mendatangkan Duta Seni dari negara-negara serumpun, serta kabupaten/kota dari 10 provinsi di Indonesia.

 

Penutupan ini ditandai dengan saling memberi Cinderamata antara Pemko Medan dengan delegasi negara-negara serumpun dan kabupaten/kota yang mengikuti perhelatan akbar ini. Selain itu, malam penutupan ini juga dimeriahkan tari kolaborasi para peserta dengan karya berjudul "Zapin Nusantara" dan penampilan Aldi dAcademy serta Intan Baiduri dAcademy. Panggung hiburan Gemes juga dimeriahkan oleh artis-artis ibukota yakni Deswa dAcademy, Ayu dAcademy dan Lusi KDI.

 

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kadis Pariwisata, Drs Agus Suriyono saat menutup perhelatan itu mengatakan, perhelatan ini memiliki makna penting, wadah bertukar info tentang pembinaan antarwilayah antarnegara. 

 

Hal yang tidak kalah penting pada gelaran seni Melayu serumpun adalah upaya meningkatkan pemahaman dan menumbuhkembangkan apresiasi seni di kalangan masyarakat sebagai sebuah filter masuknya budaya asing. Proses akulturasi budaya asing, lanjutnya, tidak dapat dipungkiri telah menyentuh sebagian masyarakat melalui kesenian. "Seni dan budaya merupakan aset yang keberadaannya perlu dijaga dan dikembangkan untuk menciptakan masyarakat yang memiliki dan mempertahankan jati diri bangsa," ujarnya dilansir dari Pemkomedan.go.id, Senin (04/11/2019).

 

Diharapkannya pula, perhelatan ini jadi kalender tetap Pemko Medan dan terus dilakukan evaluasi sehingga kualitasnya kian meningkat. "Gemes 2019 ini telah berlangsung sejak 1 November. Selama tiga hari ini, para pengunjung dapat menyaksikan hiburan seni budaya Melayu dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam. Selain itu juga ada tampilan dari kabupaten/kota berbagai Provinsi di Indonesia yakni Jambi, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Aceh, Lampung, Sumatera Barat, Medan, Tebingtinggi, Binjai. Labuhanbattu Utara, Batubara, Deliserdang, dan Langkat," paparnya.

 

Menampilkan tarian Melayu diiringi lantunan musik Melayu, Agus menilai event ini berhasil menjadi branding baru Kota Medan, dalam upaya menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi ibukota Provinsi Sumatera Utara ini. "Perhelatan Gemes ini juga telah terpilih menjadi Calender of Events Wonderful Indonesia 2020 oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia," pungkasnya. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan

Peristiwa

Walikota Medan Ingatkan Dinas PKPCKTR Soal Perencanaan dan Perawatan Aset

Peristiwa

Apel Perdana Pasca Libur Idulfitri, Rico Waas Minta Jajaran Pemko Medan Langsung Bekerja Layani Masyarakat

Peristiwa

Mudik Gratis Bareng Pemko Medan, Walikota Lepas 1.969 Pemudik ke 12 Kota Tujuan

Peristiwa

Walikota Medan Dukung BBMKG Sebar Informasi Cuaca Melalui Videotron Pemko Medan

Peristiwa

Wakil Walikota Medan Tinjau Pendaftaran Mudik Gratis