Awasi Mobilitas Manusia Melalui Jalur Laut, Bakamla RI Perkuat Sinergi dengan Ditjen Imigrasi

Herman - Kamis, 31 Oktober 2019 16:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102019/3198_Awasi-Mobilitas-Manusia-Melalui-Jalur-Laut--Bakamla-RI-Perkuat-Sinergi-dengan-Ditjen-Imigrasi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Dalam rangka mengawasi mobilitas manusia yang semakin besar dengan berbagai motif kepentingan, dan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyelundupan manusia dan imigran gelap yang masuk ke Indonesia melalui jalur laut, Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) dan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memperkuat sinergi dengan melakukan penandatanganan  Perjanjian Kerja Sama (PKS). 

 

PKS kedua instansi ini ditandatangani oleh Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI Laksda Bakamla S Irawan  MM dan Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie, di Kantor Ditjen Imigrasi, Kemenkumham Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

 

Sestama Bakamla RI Laksda Bakamla S Irawan MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan kondisi lingkungan strategis keamanan maritim dalam lingkup nasional, regional, maupun global bergerak sangat cepat dan dinamis, khususnya arus investasi dan perdagangan antar negara melalui laut. Dengan demikian, ancaman dan tantangan dalam hal keamanan dan keselamatan di laut yang datangnya dari dalam maupun dari luar berpotensi semakin tinggi.

 

“Jumlah penduduk yang banyak menjadi target perkembangan pasar internasional yang berpotensi terjadinya kejahatan lintas negara dan menjadi permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian khusus,” tegas Laksda Irawan. 

 

Menurutnya, isu-isu kemaritiman telah berkembang sangat krusial, karena tidak saja terkait dengan aspek kepentingan jalur pelayaran atau aspek ekonomi dengan potensi yang terkandung di laut, akan tetapi juga telah meluas dengan kepentingan lain seperti kepentingan kedaulatan, keamanan dan keselamatan negara.

 

“Maka dari itu memerlukan manajemen pengelolaan yang sinergis sehingga dibutuhkan koordinasi dan kerja sama lintas sektoral,” tambahnya. 

 

Lebih lanjut, sebagai optimalisasi tugas pokok Bakamla RI/IDNCG dalam hal menjaga keamanan dan keselamatan di laut, maka dukungan dan kerja sama serta sinergitas dengan instansi dan institusi lain sangat diperlukan. "Oleh karena itu, perjanjian kerja sama dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham ini merupakan langkah yang sangat tepat guna menyelaraskan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pihak dengan prinsip saling menguntungkan sesuai ketentuan perundang-undangan,” pungkasnya menutup sambutan.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Bakamla RI Jemput 3 ABK Yang Ditangkap Malaysia

Peristiwa

Bakamla RI Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Ekor Baby Lobster di Perairan Kepulauan Seribu

Peristiwa

Bakamla RI Respons Cepat Evakuasi Kapal Tugboat TB Magnolia di Perairan Salira

Peristiwa

Kepala Zona Bakamla Tengah Pimpin Panen Jagung di Bali

Peristiwa

Bakamla RI Tangkap Kapal Kayu Bermuatan Rokok Ilegal 200 Ball di Perairan Tembilahan

Peristiwa

Bakamla RI Selamatkan Enam Orang Korban Kapal Tenggelam di Perairan Banten