Pasar Jadul Wahana Belajar Budaya Bagi Generasi Milenial Wujudkan Cinta

Herman - Selasa, 15 Oktober 2019 14:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102019/9972_Pasar-Jadul-Wahana-Belajar-Budaya-Bagi-Generasi-Milenial-Wujudkan-Cinta.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Destinasi wisata baru, pasar tradisional yang berlokasi di taman wisata Tawun, desa Tawun, kec Kasreman, kab Ngawi

ini, kini menjadi salah satu wisata yang selalu ramai dikunjungi. Tidak hanya dari kalangan masyarakat semata, keunikan pasar ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pejabat pemerintah yang ada di kabupaten Ngawi.

 

Seperti yang terlihat Minggu (13/10/2019) pagi, bersama dengan Bupati Ngawi, Ir H Budi Sulistyono serta Forkopimda, Danyonarmed 12/Divif 2 Kostrad Letkol Arm Ronald F Siwabessy berkunjung ke pasar tradisional yang ada di Desa Tawun tersebut.

 

Disela-sela kunjungannya Kanang, sapaan akrab orang nomor satu di Ngawi tersebut menjelaskan pasar ini merupakan pasar tradisional yang menjual aneka kuliner, jajanan, serta permainan tradisional.

 

"Pasar ini buka sebulan sekali, tepatnya setiap Ahad Legi atau hari Minggu Legi. Adapun konsep yang diusung adalah nuasa tempo dulu, sehingga pasar tradisional ini diberi nama Pasar Jadul Ahad Legi," ungkapnya.

 

Dilokasi yang sama, Danyonarmed 12/Divif 2 Kostrad Letkol Arm Ronald F Siwabessy mengatakan Pasar Jadul merupakan destinasi wisata yang unik. Pasalnya, nuansa alam pedesaan, dengan pernak pernik, segala aktifitas dan kuliner yang serba tradisional, seakan membawa para pengunjungnya larut dalam suasana tempo dulu.

 

Menurutnya, upaya pengembangan pasar tradisional ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Ngawi kepada masyarakat. Disamping

sebagai wahana dalam mempopulerkan wisata yang ada di Ngawi. "Besar harapan, tentunya keberadaan pasar ini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata desa Tawun," bebernya.

 

Lebih lanjut, Almamater Akademi Militer Tahun 2002 ini menambahkan, justru ditengah gerusan jaman modern ini, tentunya pasar tradisional ini akan menjadi wahana edukasi yang efektif bagi generasi milenial untuk lebih mencintai serta melestarikan salah satu budaya bangsa. "Menjaga serta melestarikan kearifan budaya lokal merupakan salah satu wujud nyata kecintaan kita kepada tanah air,” tegasnya.

 

Terpisah, apresiasi juga disampaikan Danmenarmed 1/ Divif 2 kostrad Kolonel Arm Didik Harmono. Bangsa Indonesia merupakan bangsa

yang besar dengan keanekaragaman agama, suku, ras dan budaya.

 

"Pengembangan serta pelestarian budaya lokal bangsa, seperti halnya pasar tradisional di desa merupakan hal yang sangat penting.

Karena sesungguhnya, kemajuan ekonomi desa adalah pondasi utama dalam mendukung kekuatan ekonomi bangsa,” pungkasnya.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Ratusan Peterjun Kostrad Hiasi Langit Kota Timah Babel

Peristiwa

Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara

Peristiwa

Ketua KADIN dan Walubi Medan Meriahkan HUT ke-80 TNI di Lapangan Merdeka

Peristiwa

Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Jatuhkan Vonis Dalam Kasus Korupsi Koneksitas TWP AD

Peristiwa

Pemko Medan Ikuti Pembukaan Bazar Murah Ramadan Oleh Panglima TNI

Peristiwa

Dorong Semangat Baru di Tubuh TNI, 6 Jabatan Strategis Diserahterimakan