Gelar Demo, Puluhan Massa dari IMM Minta Polri Tangkap Penembak Mahasiwa di Kendari

- Jumat, 27 September 2019 19:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092019/989_Gelar-Demo--Puluhan-Massa-dari-IMM-Minta-Polri-Tangkap-Penembak-Mahasiwa-di-Kendari.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Demonstrasi damai digelar oleh puluhan massa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumut, meminta Polri untuk segera menangkap dan menghukum pelaku penembakan dua mahasiswa di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Utara (Sultra). Permintaan itu disampaikan mereka saat menggelar unjuk rasa damai di depan Polrestabes Medan di Jalan HM Said, No.1, Medan, Jumat (27/9/2019) siang. 

 

"Kami meminta Kapolri, Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan segera menangkap, menghukum dan mengadili oknum polisi yang diduga telah menembak mati dua mahasiswa di Kota Kendari dalam aksi unjuk rasa damai menolak RUU KPK dan RUU KUHP," ujar koordinator lapangan (Korlap) unjuk rasa Zikri Azizan Lubis didampingi Kordinator Aksi Muhammad Adam Rizky.

 

Dalam orasinya yang disampaikan secara bergantian, massa dari IMM ini juga mengultimatum pihak kepolisian selama 2x24 jam untuk segera menangkap oknum polisi penembak dua mahasiswa tersebut. "Kami mengultimatum pihak kepolisian khususnya Polrestabes Medan dan Polda Sumut selama 2x24 jam untuk segera menangkap pelaku penembakan mahasiswa itu. Jika dalam tempo 2x24 tersebut pelakunya juga tidak ditangkap, kami akan melakukan aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih besar," teriak Zikri. 

 

Zikri mengungkapkan, kenapa setiap mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa selalu dipukul, bahkan dianiaya oknum polisi. "Apa salah kami, kenapa setiap mahasiswa yang melakukan unjuk rasa selalu dipukul dan dianiaya oknum polisi. Padahal setiap unjuk rasa, kami tidak pernah membawa senjata dan kami hanya menyuarakan aspirasi saja," teriak Zikri dengan menggunakan pengeras suara. 

 

Padahal, sambung Zikri bahwa Polri itu tugasnya mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat dan bukan malah menembaki mahasiswa yang sedang unjuk rasa damai dengan menggunakan peluru tajam."Bagaimana jika yang ditembak mati itu adalah anak polisi sekalian. Apa kalian akan terima dia ditembak mati?" teriak Zikri lagi. 

 

Untuk itu, tambah Zikri, pihaknya akan membuat kesepakatan bersama dengan kepolisian, agar segera menangkap pelaku penembakan tersebut yang tidak sesuai dengan Standar Operasinal Prosedur (SOP) yang dikeluarkan oleh Kapolri. "Kami meminta kepada pihak kepolisian, agar segera menangkap pelaku penembakan tersebut yang tidak sesuai dengan Standar Operasinal Prosedur (SOP) yang dikeluarkan oleh Kapolri. Tangkap, hukum dan pecat oknum polisi yang melakukan penembakan terhadap dua mahasiswa tersebut," pungkas Zikri.(BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Polisi Bekuk Pelaku Tunggal Pembunuh Mahasiswa UMA di Patumbak Dijerat Pasal Berlapis dan Berat

Peristiwa

Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat

Peristiwa

Reses DPR ke Polres Pematangsiantar, Hinca Pesankan ini ke AKBP Sah Udur

Peristiwa

Gubernur Sumut Luncurkan Mudik Gratis Lebaran Bagi Mahasiswa di Luar Sumatera

Peristiwa

Bupati Langkat Temui Pendemo, Tegaskan Komitmen Perbaikan Jalan di Kecamatan Selesai

Peristiwa

Hadiri Bukber Fraksi PD, AHY: Suarakan Aspirasi Rakyat, Sukseskan Pemerintahan Prabowo