BMKG Prediksi Potensi Hujan Lebat Terjadi Dalam Sepekan Kedepan

- Senin, 23 September 2019 20:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092019/3565_BMKG-Prediksi-Potensi-Hujan-Lebat-Terjadi-Dalam-Sepekan-Kedepan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, bahwasanya hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

 

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan Edison Kurniawan menyampaikan, kondisi ini berpeluang terjadi dalam periode 23-26 September 2019 dan 27-30 September 2019. "BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan hujan dengan intensitas lebat akan berpotensi terjadi di beberapa wilayah termasuk Sumatera Utara," ungkapnya kepada wartawan, Senin (23/09/2019).

 

Edison memaparkan, pada periode 23-26 September 2019, hujan lebat ini berpotensi terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. Sedangkan pada periode 27-30 September 2019, hujan lebat yang terjadi akan berpotensi terjadi secara lebihuas, yakni di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

 

"BMKG mengidentifikasi bahwa terdapat perubahan kondisi atmosfer yang cukup signifikan sejak tanggal 21 September 2019. Perubahan kondisi atmosfer tersebut berupa pelemahan desakan massa udara kering dari wilayah selatan Indonesia," sambungnya. 

 

Edison menjelaskan, pelemahan desakan massa udara kering ini mengakibatkan daerah massa udara basah yang sebelumnya cenderung berada di utara Indonesia kini cenderung meluas ke wilayah Indonesia bagian selatan. Selain itu, jika dilihat dalam skala yang lebih luas, daerah tekanan rendah di Teluk Benggala memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perubahan pola angin di wilayah Indonesia. "Sejak tanggal 21 September 2019, pola angin di wilayah Indonesia tidak lagi didominasi dari arah tenggara hingga selatan, tetapi cenderung dari arah timur. Diprakirakan pada tanggal 23 September 2019 daerah tekanan rendah di Teluk Benggala tersebut mengalami penguatan," jelasnya. 

 

Akibatnya, sambung dia, daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) diprakirakan akan terbentuk memanjang di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kep. Riau, Riau, Jambi, dan Bangka Belitung. Keberadaan daerah konvergensi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan dan Sumatera. "Atmosfer skala lokal juga menunjukkan kondisi yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan. Indeks labilitas atmosfer di sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sumatera mengindikasikan kondisi atmosfer yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan dalam sepekan ke depan," pungkasnya. (BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Curah Hujan Masih Tinggi, Masyarakat Sumut Diimbau Tetap Waspada

Peristiwa

Sumut Masuki Puncak Musim Hujan, Pj Gubernur Imbau Tingkatkan Kesiapsiagaan

Peristiwa

Hadapi Puncak Musim Penghujan di Sumut, Bupati/Walikota Diimbau Perkuat Mitigasi Bencana

Peristiwa

Musim Hujan, Waspadai Potensi Penyakit Diare

Peristiwa

Siaga Hadapi Karhutla, Musim Mas Kolaborasi dengan Para Pemangku Kepentingan

Peristiwa

Operasi Karuna Toba 2023, Polrestabes Medan Ajak Warga Pancur Batu Cegah Kebakaran Hutan