Dukung Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Samosir Launching Simonice

- Minggu, 22 September 2019 09:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092019/4571_Dukung-Percepatan-Penganekaragaman-Konsumsi-Pangan--Dinas-Ketahanan-Pangan-Samosir-Launching-Simonice.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Konsumsi beras yang sangat tinggi dan ketergantungan terhadap beras menjadi salah satu isu publik yang sedang diambil oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk dimasukkan kedalam salah satu agenda settingnya.

 

Melihat fakta terkait over konsumsi beras di Indonesia, Presiden saat itu Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan PerPres No.22 Tahun 2009 yang mengatur tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal dan kemudian di implementasikan oleh Menteri Pertanian melalui Peraturan Mentan No.43 tahun 2009.

 

Untuk mendukung regulasi pemerintah pusat dan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir melalui Dinas Ketahanan Pangan membuat satu terobosan baru dengan meluncurkan Sistem Manajemen One Day No Rice (Simonice) yang langsung dibuka oleh Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga.

 

Dalam laporannya, Kadis Ketahanan Pangan Amon Sormin menyampaikan bahwa One Day No Rice merupakan implementasi dari PerPres no 22 Tahun 2009, Surat Edaran Gubernur Sumut No.501/408/tahun 2014 serta Surat Edaran Bupati Samosir No. 1467 Tahun 2016 tentang gerakan satu hari tanpa nasi, yang dimaksudkan untuk meningkatkan penganekaragaman pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman untuk dikonsumsi termasuk produk pangan yang berbasis sumber daya lokal khususnya di Kabupaten Samosir.

 

“Sumber daya lokal yang tumbuh disekitar Kabupaten Samosir sangat banyak, namun dalam hal pengolahan untuk jadi makanan pengganti beras masih minim. Dengan keberhasilan launching ini nantinya akan tumbuh inovasi inovasi baru yang berbentuk home industry yang kelak menambah pendapatan petani sebagai wujud visi dan misi Kabupaten Samosir dalam dukungan kepariwisataaan,” ungkap Amon seperti dilansir dari laman samosirkab.go.id, Minggu (22/09/2019).

 

Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Simonice merupakan inovasi dan perlu ditindaklanjuti oleh SKPD dan jajarannya yang ditetapkan bersama dan akhirnya diikuti oleh masyarakat Samosir secara umum. “Kita perlu menyampaikan One Day No Rice ini kepada masyarakat dan berharap terjadi pola makan dengan kadar karbohidrat yang rendah guna menghindari penyakit gula secara dini," ungkapnya.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Hasto Kristiyanto Akan Hadiri Peletakan Batu Pertama Kantor DPC PDIP Samosir

Peristiwa

Pendaftaran Ditutup, Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Mulai Seleksi 13 Agustus

Peristiwa

Pertamina Sumbagut Berikan Layanan Porter Gratis bagi Pemudik di Bandara Kualanamu

Peristiwa

Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025

Peristiwa

Suara Loka Festival di Medan, Armada: Sampai Kapan Jagain Jodoh Orang?

Peristiwa

Jamrud Sukses Pukau Pengunjung Suara Loka Festival di Medan