Beritasumut.com-Sebanyak 150 warga Nias Selatan yang berprofesi sebagai nelayan mengikuti Forum Sosialisasi Nelayan Go-Online yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nias Selatan. Forum Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Bupati Nias Selatan Dr Hilarius Duha SH MH, didampingi Wakil Bupati Sozanolo Ndruru, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim (IKPM) Kemenkominfo RI Septriana Tangkary, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Seksama Sarumaha, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Hans Martin Wau dan Camat Teluk Dalam Dionisius Wau. Bupati Hilarius Duha mengatakan Nelayan Go-Online sangat tepat disosialisasikan mengingat penduduk Nias Selatan umumnya petani dan nelayan. Dengan kemajuan teknologi dewasa ini, Bupati menyatakan betapa pentingnya aplikasi online untuk memudahkan para nelayan mengetahui arah mata angin pada saat berlayar menangkap ikan di laut. “Sehingga melalui penggunaan aplikasi tersebut diharapkan dapat menjadi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan khususnya para nelayan,” harap Hilarius Duha dilansir dari laman niasselatan-kab.go.id, Minggu (08/09/2019). Hal senada juga dipaparkan oleh Direktur IKPM, Septriana Tangkary, bahwa melalui penggunaan aplikasi online dapat membantu para nelayan untuk mengetahui tinggi gelombang laut termasuk titik-titik ikan. “Selain itu prediksi cuaca pada saat melaut akan membuat nelayan semakin maju dan bisa bersaing dengan nelayan luar negeri. Sebab, Pemerintah melalui Kemenkominfo membangun infrastruktur jaringan (palapa ring) untuk memudahkan masyarakat agar semua terkoneksi dengan jaringan internet,” ujar Septriana Tangkary sekaligus sebagai narasumber. Kepala DKP Kabupaten Nias Selatan Seksama Sarumaha yang juga sebagai narasumber menambahkan sumber daya manusia terhadap para nelayan masih terbatas. Misalnya, pemanfaatan teknologi informasi, update modernisasi dan pengembangan teknologi serta akses permodalan juga masih terbatas, termasuk perlindungan nelayan banyak yang belum terasuransi. “Oleh karenanya pendidikan dan pelatihan sangat penting untuk pengembangan pengetahuan para nelayan di Nias Selatan,” ungkap Seksama Sarumaha.(BS09)