Bupati Tobasa Harapkan Petani Gunakan Pupuk dan Pestisida Organik

- Minggu, 25 Agustus 2019 15:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082019/2314_Bupati-Tobasa-Harapkan-Petani-Gunakan-Pupuk-dan-Pestisida-Organik.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Bupati Toba Samosir (Tobasa) Darwin Siagian berharap kepada para Kelompok Tani di daerah ini untuk menggunakan pupuk dan pestisida organik.Hal itu dikatakan Bupati Darwin Siagian dalam acara pelatihan cara pembuatan pupuk dan pestisida organik cair yang diadakan di Desa Sionggang Tengah, Kecamatan Lumbanjulu, pertengahan pekan kemarin.

 

Bupati mengungkapkan tentang bahaya pestisida yang sedang dan akan dterjadi dengan ekosistem lingkungan.“Oleh sebab itu mari kita gunakan pupuk organik untuk keseimbangan alam," ungkapnya dilansir dari laman tobasamosirkab.go.id, Minggu (25/08/2019)/

 

Bupati juga mengharapkan kelompok tani untuk serius dan bekerja keras.“Petani petanilah jadi kalo petani kita jangan jam 10 pergi ke kebun kalau bisa pagi-pagi sekali kita kerja, karena ada interaksi manusia dengan tanaman sehingga hasilnya memuaskan,” ungkap Bupati.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Darwin Sianipar mengatakan Low Budget Nature Farming (LBNF) yakni pertanian alami dengan biaya rendah yakni dengan pembuatan pupuk organik cair tersebut dengan bahan bahan alami .Yaitu urine Sapi 10 liter, kotoran Kerbau/ Sapi 10kg Susu Soya 2kg, Larutan gula aren 2 liter air 200 liter. Cara pembuatan air dimasukkan kedalam drum plastik ukuran 200 liter, masukkan semua bahan aduk sampai rata tutup rapat biarkan selama 5 hari disaring dan siap digunakan.

 

Untuk pestisida LBNF dengan bahan daun ingul, daun eukaliptis, daun kunyit, daun jeruk, daun mindi, daun jambu biji, daun pepaya, saun srei masing- masing 2 kg, tembakau 1/4kg, kotoran sapi 10 kg, andaliman 1/4 kg daun pahitan 2kg dan air 200 liter, carannya masukkan semua bahan kedalan drum aduk hingga merata, tambahkan 200 liter air, tutup rapat, tunggu 5 hari dan siap untuk diaplikasikan .

 

Darwin menyampaikan pelatihan pembuatan pupuk organik ini selain untuk memberikan wawasan kepada para petani, tetapi juga memberikan keahlian khusus untuk bisa membuat pupuk dan pestisida organik dan pengaplikasiannya agar para petani tidak ketergantungan pada pupuk kimia.“Tujuan kita melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk organik ini untuk memberikan pemahaman tenyang penggunaan pupuk organik ramah terhadap lingkungan, lebih hemat biaya, dan bahan baku pupuk organiknya ada di mana-mana.” kata Darwin.

 

Hadir dalam pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida organik Bupati Tobasa Darwin Siagian, Kadis Ketapang Darwin Sianipar, Kadis Pertanian Sahat Manullang, Ka. Bappeda James Silaban, Kadis Kominfo Lalo Simanjuntak, Kadis Pendidikan Parlindungan Panjaitan, Camat Lumbanjulu , Kades Sionggang Tengah Arlen Manurung , Utusan Kelompok Tani Kecamatan Ajibata, Bonatua Lunasi, dan anggota Kelompok Tani Pelita Desa Sionggang Tengah.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Bulog Gandeng Tentara Serap Gabah, Kodim Bakal Dilibatkan

Peristiwa

Bos Baru Bulog Pede Bisa Serap 3 Juta Ton Beras dalam 3 Bulan

Peristiwa

Presiden Prabowo Beri Restu Impor demi Penuhi Kebutuhan Pupuk Subsidi

Peristiwa

Universitas Bandar Lampung Ciptakan Mesin Sortir untuk Petani Damar

Peristiwa

Pj Bupati Langkat Tindak Cepat Keluhan Petani Tanjung Ibus, Subsidi Pupuk, Irigasi dan Infrastruktur Jadi Prioritas

Peristiwa

Wapres RI Dialog dengan Petani di Langkat, Pj Sekdaprov Sumut Apresiasi