Beritasumut.com-Koperasi Produktif Fajar Surya Mandiri, Desa Kerasaan, Kabupaten Simalungun, yang bergerak dalam bidang pertanian dan peternakan bekerjasama dengan Universitas Negeri Medan (Unimed) membuat pelatihan dan pendampingan pemanfaatan limbah kotoran ternak dalam bentuk Pupuk Organik Padat (POP) dan Pupuk Organik Cair (POC) di Aula MTs Al-Mukhlisin, Kabupaten Simalungun, beberapa waktu lalu. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Koperasi Fajar Surya Mandiri Budianto ST, Ketua Kelompok Peternak Sukses Mandiri Irwan Fauzi, Tim Ahli Pusat Studi Pendampingan Rakyat (Puspera) Deo D Panggabean MPd, Kepala Laboratorium Fisika Unimed Mukti Hamjah MSi, Praktisi dan Dosen Jurusan Kimia Unimed Ahmad Nasir Pulungan MSc dan anggota kelompok koperasi dan peternak serta masyarakat. Ketua Program Halim Simatupang MPd didampingi Yeni Megalina MSi dan Salman ST MT mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara pihak Unimed dengan Kelompok Fajar Surya Mandiri.“Beranjak dari permasalahan di masyarakat tentang pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh limbah kotoran ternak, serta mahalnya pupuk sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat, maka dari itu kampus merasa terpanggil untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan memberikan solusi yaitu pembuatan POC dan POP," ujar Dosen Biologi yang merupakan Putra Daerah Simalungun Hataran. Halim menjelaskasn jika kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan mulai dari pelatihan pembuatan, yang hasilnya nanti akan diuji di Laboratorium yang ada di Unimed."Selain itu untuk mesin proses pembuatan pupuk ini akan kita berikan kepada kelompok koperasi agar hasilnya dapat lebih optimal. Bila hasilnya sesuai dengan Standart Nasional indonesia (SNI) dan layak jual maka kita upayakan untuk dapat di edarkan di kalangan petani dengan harga yang bersahabat," jelas aktivis pendamping masyarakat yang aktif di NGO Internasional Usaid ini. Senada, Ahmad Nasir Pulungan mengungkapkan bahwa dengan menggunakan POC akan memangkas biaya produksi dan biaya kebutuhan untuk akomodasi pupuk, dari 100 kg pupuk kandang akan menghasilkan 60-70 liter pupuk organik cair. Di mana setiap liternya dapat dicampur 100 liter air yang dapat langsung disemprotkan ke akar, batang dan daun pada tumbuhan palawija.“Pupuk cair tersebut dapat langsung diserap oleh tanaman baik pada daun dan akarnya sehingga hal ini dapat menaikan produksi tanaman secara optimal," ungkap kandidat Doktor Kimia tersebut. Sementara itu, Ketua Koperasi Fajar Surya Mandiri Budianto mengungkapkan terima kasih kepada pihak Unimed yang mau memberikan ilmunya secara langsung kepada kelompok masyarakat, sehingga permasalahan-permasalahan yang selama ini terjadi di masyarakat dapat terselesaikan. "Selama ini kotoran ternak menjadi limbah dan mengganggu masyarakat, dengan dibuat pupuk seperti ini pasti masyarakat juga akan berduyun-duyun untuk ikut mengelola. Karena selama ini untuk mendapatkan POC masyarakat harus membeli 100-200 ribu setiap liternya, dengan potensi ternak yang kita miliki, saya optimis puluhan liter akan dapat kita produksi," pungkasnya.(Rel)