Aksi Bakamla di Seminar Nasional Sipil Expo 2019

Herman - Minggu, 30 Juni 2019 18:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062019/844_Aksi-Bakamla-di-Seminar-Nasional-Sipil-Expo-2019.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Plh Direktur Kerja Sama Bakamla Kolonel Bakamla Salim menjadi pembicara dan narasumber dalam kegiatan Seminar Nasional Sipil Expo 2019, di Kampus Universitas Mercubuana, Jakarta, kemarin. 

 

Kegiatan yang berlangsung Jumat (28/06/2019), mengusung tema “Terwujudnya Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dengan Pembangunan Infrastruktur Kemaritiman.”

 

Poros Maritim Dunia merupakan Visi Indonesia untuk menjadi negara maritim yang berdaulat, maju, mandiri, kuat, serta  mampu memberikan kontribusi positif bagi perdamaian di Kawasan dan Dunia sesuai kepentingan nasional.

 

Pada kesempatan kali ini, Kolonel Bakamla Salim memperkenalkan kepada mahasiswa dan masyarakat akan tugas-tugas Bakamla. Kolonel Salim juga memberikan pemahaman tentang Kebijakan Kelautan RI, yaitu keamanan dan keselamatan maritim.

 

Dalam rangka mendukung program pemerintah dan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, Bakamla telah berbenah dan memperbaiki pola pembinaan personel. Bakamla juga telah menyusun rencana strategis berupa Raod Map hingga Tahun 2024, Doktrin Bakamla, Konsep Operasi Bakamla hingga tahun 2029, penyesuaian alat utama yang dihadapkan pada prioritas daerah operasi, dan peningkatan kerja sama antar coast guard di kawasan maupun internasional.

 

Kolonel Salim juga menjelaskan rencana pembangunan masa depan Bakamla. Pada benerapa tahun pertama difokuskan kepada ‘command and control’ di Markas Bakamla. Peralatan komando ini dapat tersambung dengan kurang lebih 20 titil coastal station. Coastal station yang dipilh merupakan titik choke point di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), serta daerah rawan di perairan Indonesia.

 

Lebih lanjut, Kolonel Salim juga menjelaskan tentang Sea Trafic Choke Point, Indonesian Interagency Collaboration, dan National Maritime Security System Overview. Nantinya, setiap coastal station akan dilengkapi dengan rigid-hulled inflatable boat (RHIB), atau kapal Catamaran, dan helikopter yang memiliki kemampuan Maritime Interdiction Operation. 

 

“Pada saat damai berkepanjangan dan untuk menjaga wilayah laut Indonesia, Indonesia harus memaksimalkan peran lembaga patroli negara, yaitu Badan Keamanan Laut dengan penguatan tugas dan fungsi seperti halnya coast guard di negara lain,” pungkas Kolonel Salim menutup sesi paparannya.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Bakamla RI Jemput 3 ABK Yang Ditangkap Malaysia

Peristiwa

Bakamla RI Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Ekor Baby Lobster di Perairan Kepulauan Seribu

Peristiwa

Bakamla RI Respons Cepat Evakuasi Kapal Tugboat TB Magnolia di Perairan Salira

Peristiwa

Kepala Zona Bakamla Tengah Pimpin Panen Jagung di Bali

Peristiwa

Bakamla RI Tangkap Kapal Kayu Bermuatan Rokok Ilegal 200 Ball di Perairan Tembilahan

Peristiwa

Bakamla RI Selamatkan Enam Orang Korban Kapal Tenggelam di Perairan Banten