Polsek Medan Kota Amankan 6 Pelajar Terkait Pelemparan Warnet di Jalan Brigjend Katamso

- Kamis, 09 Mei 2019 17:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052019/3477_Polsek-Medan-Kota-Amankan-6-Pelajar-Terkait-Pelemparan-Warnet-di-Jalan-Brigjend-Katamso.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Polsek Medan Kota berhasil mengamankan 6 (enam) orang terduga pelaku pelemparan Warnet Merdeka di Jalan Brigjen Katamso dan Sekolah SMA Negeri 5 Medan. Keenam orang tersebut, diketahui semuanya masih pelajar di sekolah yang ada di Kota Medan.

 

Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani, melalui Panit Reskrim Ipda AE Rambe, dilansir dari Tribratanews.sumut.polri.go.id, Kamis (09/05/2019). “Keenam orang tersebut adalah MJ (18), AL (20), MH (21), A (20), MR (16), dan BS (17), mereka ini belum tentu tersangka yang turut serta melakukan pelemparan batu ke warnet dan sekolah,” kata Ipda Rambe.

 

Karena itu, sambung Ipda Rambe, pihaknya masih terus mendalami sembari melakukan pengembangan dari keenam orang yang sudah diamankan. “Kita akan gali keterangan dari keenam orang ini. Karena dari keenam ini, ada satu orang teman mereka yang geng motor. Tapi mereka belum mau bicara,” jelasnya.

 

Ipda Rambe mengaku, keenam orang ini awalnya ditangkap oleh warga sekitar dan diserahkan kepada polisi. Sampai saat ini, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi terkait penyerangan geng motor di Jalan Pelajar dan Jalan Katamso. “Baru dua laporan yang kita terima terkait aksi geng motor ini. Yaitu dari pemilik warnet dan sekolah SMA Negeri 5 Medan,” jelasnya.

 

Mengenai motif pelemparan warnet Merdeka, Ipda Rambe menceritakan, awalnya pada Rabu (08/05/2019) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, beberapa orang sedang main gitar di depan warnet merdeka, dan melintas beberapa sepeda motor di sana sambil menggeber–geber. “Karena merasa bising mungkin, mereka yang lagi main gitar membentak pengendara motor dengan sebutan 'Wooii'. Nah, karena itu, gerombolan motor ini balik dan langsung melempari warnet itu,” ungkapnya. Ipda Rambe mengatakan adapun barang bukti yang diamankan adalah serpihan kaca dan beberapa batu yang terdapat di dalam Warnet Merdeka.

 

Sementara itu, Indra warga sekitar menyatakan dirinya terkejut dengan penyerangan yang dilakukan segerombolan pengendara motor. “Saya lagi jaga warnet, tiba–tiba diserang dan dilempari. Saya langsung kabur,” ujarnya. Dia mengaku, setelah kejadian, pihaknya beserta pemilik warnet melakukan pengaduan ke pihak kepolisian.

 

Sementara itu, Dodi, pengelola warnet Merdeka menceritakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.45 WIB. Saat itu segerombolan remaja bermotor berkonvoi di kawasan Jalan Brigjen Katamso. “Namun entah kenapa, tiba–tiba mereka melempari warnet dengan batu. Sehingga pengunjung dan penjaga warnet langsung kabur bersembunyi,” katanya, Rabu (08/05/2019).

 

Dodi mengaku setelah gerombolan pertama lewat, warga sekitar mencoba mencegat gerombolan yang rata–rata remaja. Namun jumlah pelaku terlalu banyak dan tidak sedikit yang membawa senjata berupa gear motor, rantai besi dan senjata tajam. “Ada seratusan kalau nggak salah. Tapi kita nggak tahu apakah geng motor atau bukan. Namun pakaian mereka, seperti orang yang mau melakukan sahur on the road, karena bawa sarung dan lobe gitu,” terangnya seraya menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

 

Dikatakan Dodi, dia mendapat informasi ada 10 warnet yang diserang segerombolan pengendara motor. “Pascapenyerangan, pemilik warnet juga sudah langsung melapor ke pihak kepolisian bang,” katanya. Pantauan di warnet merdeka, beberapa unit layar yang rusak sudah tidak ada lagi dan situasi sudah terlihat berjalan seperti biasa.

 

Terpisah, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto yang ditanya mengenai aksi geng motor di Jalan Katamso hanya sedikit berkomentar. Orang nomor satu di Polrestabes Medan ini hanya menyatakan pihaknya sudah mendapat informasi tersebut dan akan melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembuat keributan di bulan suci Ramadan. “Pelakunya lagi kita Lidik,” jawabnya singkat.

 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut KombesPol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan dan segera mengungkap pelaku pembuat onar di Jalan Katamso. KombesPol Tatan mengaku untuk patroli di malam hari dilakukan beragam oleh masing–masing Polsek dan Polres di wilkum Polda Sumut dan tetap dilakukan. “Sampai patroli personel yang tidak berseragam juga sudah kita ploting juga,” ujarnya, sembari menegaskan, dengan kejadian ini, pihaknya akan menggiatkan patroli malam hari untuk menjaga keamanan dan ketertiban. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pelajar Indonesia di Turki Berbagi Kebahagiaan Ramadan dengan Anak-Anak Palestina

Peristiwa

Pelajar SMPN 1 Beringin Kirim Seribu Surat ke Menteri, Minta Iklan Rokok Dilarang

Peristiwa

Jamu Makan Siang Pelajar dari Gwangju, Pj Sekda Kota Medan Harap Dapat Menikmati Kota Medan Bersama Keluarga Baru

Peristiwa

Sebanyak 12 Pelajar dari Gwangju Akan Diajarkan Budaya dan Adat Istiadat Yang Ada di Kota Medan

Peristiwa

PP PELTI Luncurkan Sekolah Tenis Pelajar Indonesia

Peristiwa

Dua Kelompok Geng Motor Tawuran di Jalan Cemara, 4 Orang Ditangkap