Paramiliter Bakamla Latihan Kompas Bintang dan Jungle Survival

- Sabtu, 13 April 2019 16:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042019/214_Paramiliter-Bakamla-Latihan-Kompas-Bintang-dan-Jungle-Survival.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Ratusan Paramiliter Bakamla melaksanakan latihan berganda penggunaan kompas bintang dan jungle survival di Pulau Setokok Jalan Trans Balerang, Batam, Jumat (12/04/2019). Bertindak sebagai pelatih Sertu Marinir Arik dan Kopral Marinir Supriyadi memberikan arahan kepada ratusan paramiliter Bakamla dalam menggunakan kompas bintang sebelum dilepas ke hutan.

 

"Di luar sana perhatikan keselamatan diri anda maupun anggota setiap regu, atur jarak dalam langkah setiap anggota, hati-hati dengan binatang buas terutama ular karena ini malam hari," ujar Sertu Marinir Arik melalui siaran persnya, Sabtu (13/04/2019).

 

Sertu Marinir Arik mengingatkan kembali batas tempat, sebelah kanan laut, sebelah kiri tanaman bakau dan sebelah depan laut. "Apabila melewati batas tersebut maka regu dinyatakan nyasar," sambungnya. Selanjutnya, pada pagi hari ditengah hutan paramiliter kehabisan bahan makanan natura. Sehingga materi pembelajaran tentang jungle survival yang sebelumnya sudah diberikan kepada mereka oleh pelatih Sertu Marinir Budi Setiawan dipraktekkan. Paramiliter melaksanakan teknik memasak dengan kelapa dan bambu. Masing-masing regu berbagai tugas pada anggotanya, ada yang mencari kelapa, bambu, ranting/daun kering dan batu. 

 

Mereka mempraktekkan teknik menyalakan api dengan bambu, kemudian cara mengupas serat kelapa menggunakan batang kayu yang sudah dilancipkan. Kemudian mulai memasak nasi didalam kelapa yang sudah dikupas seratnya, selain itu juga mereka mempraktekkan memasak dengan bambu. Dengan lihainya mereka mampu mempraktekkan teknik memasak tersebut karena kalau tidak demikian bahaya kelaparan akan dialami mereka di tengah hutan.

 

Untuk menghindari hadirnya binatang buas mereka juga memasang jebakan di sekeliling tempat mereka beristirahat menggunakan tali akar hutan yang diikat ke pohon. "Latihan berganda ini tujuannya supaya paramiliter Bakamla mampu bertahan hidup dihutan, terhindar dari bahaya kelaparan dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar mereka serta menjauhkan diri dari gangguan binatang buas," ungkap pelatih Sertu Marinir Budi.

 

Sementara penanggung jawab Danru (Komandan Regu) menghitung personelnya kembali dengan jumlah dan material yang utuh. "Pastikan dalam menghitung personel sentuh wajah anggotanya jangan sampai anggotanya berkurang apalagi bertambah," sebut Kopral Marinir Supriyadi. Selanjutnya paramiliter di bagi menjadi 12 regu untuk melakukan praktek penggunaan Kompas Bintang di hutan pulau Setotok. Setiap regu terdiri dari 17 anggota. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Paramiliter Bakamla Demonstrasikan Kemampuan Beladiri

Peristiwa

Ratusan Paramiliter Bakamla RI Jalani Latihan VBSS