Bentuk Task Force, Menhub Minta Gangguan Operasional KRL Jabodetabek Segera Diatasi

Herman - Jumat, 05 April 2019 12:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042019/6922_Bentuk-Task-Force--Menhub-Minta-Gangguan-Operasional-KRL-Jabodetabek-Segera-Diatasi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, menggelar rapat dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Kereta Commuter Indonesia di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (04/04/2019).

 

Pada kesempatan itu, Menhub meminta PT KAI untuk membentuk tim khusus untuk mencari cara antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang sering mengganggu operasional kereta Commuterline Jabodetabek.

 

Hal tersebut dilakukan untuk merespons kondisi cuaca ekstrem hujan disertai petir yang melanda sejumlah daerah beberapa waktu belakangan ini.

 

Sebagai informasi, akibat kondisi ini mengakibatkan terganggunya operasional sejumlah moda transportasi termasuk kereta Commuterline Jabodetabek yang beberapa kali mengalami gangguan persinyalan dan sistem kelistrikan sehingga berhenti beroperasi.

 

Kondisi tersebut berdampak langsung pada masyarakat pengguna Commuterline Jabodetabek yang harus menggunakan moda transportasi lain.

 

“Jangka pendek saya minta kepada PT KAI untuk membuat task force (satuan tugas – satgas) untuk menyelesaikan pekerjaan itu jadi secara khusus katakan berkaitan dengan petir sudah dibentuk suatu tim untuk menganalisa beberapa kejadian itu menyelesaikan dengan cara-cara teknis yang baik,” kata Menhub Budi di Stasiun Bogor.

 

Lebih lanjut, Menhub menilai kondisi prasarana perkeretaapian di Jabodetabek sudah cukup lama dan diperlukan pembaruan. Kondisi tersebut, menurut Menhub, mendukung terjadinya gangguan operasional kereta dengan intensitas yang cukup sering.

 

“Beberapa hal yg kita dapat simpulkan bahwa peralatan (prasarana perkeretaapian) yang ada di Jabodetabek ini pada usia yang memang sedikit lanjut dan terdapat beberapa kejadian ekstrem baik itu cuaca, hujan maupun petir. Tim task force ini menyelesaikan hal-hal yang katakan berkaitan dengan rel, dan lain sebagainya pada titik-titik yang sudah diindikasikan bermasalah,” ucap Menhub.

 

Untuk target, Menhub menyampaikan rencana jangka pendek ini harus dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

 

Terkait prasarana yang sudah termakan usia, Menhub memerintahkan pihaknya untuk berkoordinasi dengan PT KAI merencanakan investasi yang diperlukan pembaharuan prasarana seperti rel dan listrik aliran atas (LAA).

 

“Perbaikannya jangka pendek, 2 minggu sampai 1 bulan hal-hal itu selesai tapi ada lagi yang jangka menengah yang 6 bulan atau 1 tahun karena hal ini berkaitan dengan anggaran. Kita akan koordinasikan berapa anggaran dan apa saja yang mesti diinvestasikan,” ujarnya, seperti dilansir setkab.go.id.

 

Menhub berharap dengan adanya tim task force ini, jika ada kejadian terhambatnya operasional kereta commuterline Jabodetabek akibat cuaca ekstrem, dapat lebih diantisipasi sehingga tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Proyek Mastran BRT Mebidang Resmi Diluncurkan, Medan Segera Miliki Bus Rapid Transit

Peristiwa

Program BRT Mebidang, 15 Koridor dan 468 Bus Beroperasi di Medan

Peristiwa

Luncurkan TBM MRT Fase 2A, Presiden Dorong Keberlanjutan Transportasi Modern

Peristiwa

Dukung Pengembangan Kawasan Kota Tua, PT MRT dan SMCC-HK JO Bangun Dua Stasiun Bawah

Peristiwa

Resmikan Operasional MRT Jakarta, Presiden Jokowi: Jaga Kebersihan dan Harus Mau Antre

Peristiwa

Diresmikan Presiden Jokowi Bulan Depan, Pemerintah Usulkan Tarif MRT Jakarta Rp8.500 Hingga Rp10.000