Beritasumut.com-USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWASH PLUS), melalui program yang berdurasi lima tahun bersama Pemko Pematangsiantar menggelar pertemuan multi pihak di Gedung Serbaguna kantor Bappeda, pertengahan pekan kemarin. Pertemuan ini membahas tentang peningkatan akses air minum dan layanan sanitasi aman serta perbaikan perilaku higiene bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan di perkotaan. "Akses air minum dan sanitasi aman di Kota Pematangsiantar sangat penting bagi kelangsungan hidup dan generasi ke depan. Tidak hanya penting bagi kelangsungan hidup, tapi sanitasi dan air bersih juga penting bagi pembangunan," ungkap Sekda Budi Utari mewakili Wali Kota Pematangsiantar H Hefriansyah seperti dilansir dari laman pematangsiantarkota.go.id, Minggu (31/03/2019). Saat ini, kata Sekda, sedang dikembangkan sebuah model perencanaan penganggaran pada sektor sanitasi dan air minum. Model perencanaan tersebut melalui perkuatan monitoring dan evaluasi partisipatif yang difokuskan pada lokasi percontohan di Kelurahan Bantan, Banjar, Nagapita, dan Tanjung Tongah. Sementara itu, pimpinan IUWASH PLUS Muhammad Yogi menjelaskan tujuan pertemuan ini guna meningkatkan kualitas perencanaan penganggaran sektor sanitasi dan air minum melalui perkuatan aspek monitoring dan evalusi yang melibatkan masyarakat secara partisipatif."Juga mengembangkan teknik komunikasi yang menarik antara masyarakat dengan para pemangku kepentingan tentang isu sanitasi dan air minum. Dengan demikian dapat membangun komitmen semua pihak untuk menyelesaikan isu tersebut melalui komitmen perencanaan penganggarannya," terang Yogi. Hadir dalam pertemuan tersebut Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtauli Pematangsiantar Zulkifli Lubis, Ketua Panitia Khairul Siregar, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dan lurah terkait, para pimpinan BUMN, BUMD, dan pelaku usaha di Pematangsiantar. (BS09)