Beritasumut.com-Wali Kota Pematangsiantar membuka langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Terpadu dalam Penanganan Konflik Sosial jelang Pemilu Serentak 2019 yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pematangsiantar, di Ruang Serba Guna kantor Bappeda, akhir pekan kemarin. Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan, semua pihak harus waspada terhadap gangguan yang bisa memicu konflik. Termasuk dalam menyikapi hal-hal yang bersifat provokatif dan hoaks yang dapat memecah persatuan dan kesatuan, memecah kerukunan dan persaudaraan. “Jangan sampai hanya karena berbeda pilihan, sesama tetangga tidak ada lagi keakuran dan keakraban. Hanya karena perbedaan calon yang diusung, tidak ada lagi saling sapa,” ujar Wali Kota dilansir dari laman pematangsiantarkota.go.id, Minggu (24/03/2019). Menurut Wali Kota, hal tersebut merupakan tanggungjawab bersama dalam rangka mempertahankan citra wilayah Kota Pematangsiantar sebagai daerah paling toleran di Indonesia yang dikenal sebagai Siantar The Most Tolerance City atau Kota Toleransi. "Mari bersama-sama menjaga kerukunan dan mengantisipasi hal-hal yang mengakibatkan perpecahan. Salah satu upaya penting meminimalisir konflik adalah pendidikan karakter. Seperti diketahui bersama, efek kemajuan teknologi tidak dapat kita bendung, ada efek samping dengan meningkatnya kenakalan remaja yang merupakan aset penerus bangsa,” terang Wali Kota. Sebelumnya, Plt. Kaban KesbangPol Pardamean Silaen melaporkan, rapat tersebut bertujuan meningkatkan koordinasi keterpaduan dan sinergitas antar unsur aparatur pemerintah, juga menyatukan sinergisitas panduan antara unsur pemerintahan daerah dan instansi vertikal dalam penanganan konflik sosial. "Keberadaan tim terpadu ini untuk melakukan langkah-langkah deteksi dini dalam pencegahan penanganan konflik sosial secara komprehensip, integratif, dan efektif serta efisien, akuntabel, transparan, dan tepat sasaran," ungkap Pardamean.(BS09)