Presiden Jokowi: Jangan Sampai Dana PKH untuk Beli Make Up

- Kamis, 14 Maret 2019 20:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032019/1454_Presiden-Jokowi--Jangan-Sampai-Dana-PKH-untuk-Beli-Make-Up.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, dana Program Keluarga Harapan (PKH) diberikan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan juga kesehatan, gizi. Untuk beli seragam sekolah boleh? Untuk beli sepatu sekolah? Boleh. Untuk beli ikan boleh? Bagi anak-anak kita boleh. Untuk beli telur? Boleh.

 

Kepada para penerima PKH, Presiden meminta agar memberi anak telur 1, ikan 1. Jangan seperti masa kecil dirinya, telur satu saja dirajang-rajang jadi 8, jadi 4, jadi 6.“Jadi kita tidak ingin anak-anak kita ini kurang gizi, anak-anak kita ini stunting. Kerdil. Enggak boleh. Anak-anak kita harus kita beri gizi sebanyak-banyaknya agar sehat, agar pintar, agar cerdas, agar bisa sekolah. Oleh sebab itu, diberikan PKH,” kata Presiden Jokowi saat menyerahkan bantuan 1.200 PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di Auditorium STMIK Atma Luhur, Kecamatan Gabek, Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, seperti dilansir dari laman setkab, Kamis (14/03/2019).

 

"Jangan sampai, lanjut Presiden, PKH untuk beli ininya Ibu (baju). Atau untuk beli ini (make up). Tidak boleh, tidak boleh," sambung Presiden.

 

Dalam kesempatan berdialog dengan penerima PKH, Presiden Jokowi menyampaikan, nanti awal April akan ada lagi transfer, kurang lebih sama dengan yang diterima pada Januari lalu.

 

Namun Presiden wanti-wanti, agar sebelum dapat transfer direncanakan dulu dipakai untuk apa dana PKH yang nantinya akan diterima.“Rinci begitu lho ya. Jangan nanti ada transfer langsung kaget, waduh ini transfer ini sudah keluar lagi satu juta, langsung bingung beli. Jangan seperti itu lho. Direncanakan uang ini harus tepat sasaran,” tutur Jokowi.

 

Direncanakan 1 untuk beli apa, 2 untuk beli apa, 3 untuk apa, 4 untuk beli apa, 5 untuk apa, direncanakan. Mulai merencanakan keuangan keluarga, direncanakan. Jangan nanti baru ditransfer kita baru bingung untuk apa ya, untuk apa. Bisa nanti beli ini, beli ini nanti, hati-hati, hati-hati. Ketahuan nanti SDM PKH, pendamping PKH, hati-hati lho ya.

 

Sebelum mengakhiri sambutannya, Presiden Jokowi kembali berpesan kepada para penerima PKH agar dana yang ada dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan keluarga, baik yang berkaitan dengan pendidikan, baik yang berkaitan dengan kesehatan, dan gizi anak.“Jangan keluar dari situ. Untuk beli pulsa tidak boleh, suaminya minta untuk beli rokok tidak boleh. Beli rokok suami tetap enggak boleh. tapi diberitahu baik-baik suaminya, pak tidak boleh untuk beli rokok ini untuk anak-anak kita, untuk biar sehat, biar pintar,” pungkas Jokowi.

 

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Babel Erzaldi Rosman.(BS09)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Silaturahmi Presiden dengan Rektor, Sinergi Pemerintah dan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan Bangsa

Peristiwa

KPK: Mobil dari Erdogan untuk Prabowo Pemberian Kenegaraan, Tak Perlu Lapor

Peristiwa

Perayaan 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Turkiye Perkuat Kemitraan Strategis

Peristiwa

Presiden Prabowo Sambut Presiden Erdogan dalam Upacara Kenegaraan di Istana Bogor

Peristiwa

Mahasiswa Indonesia di India Sambut Hangat Kedatangan Presiden Prabowo Subianto

Peristiwa

Presiden AEF Nilai Olahraga Berkuda di Indonesia Berkembang