Kapolri Sebut Terduga Teroris di Sibolga Terafiliasi ISIS

- Rabu, 13 Maret 2019 18:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032019/9071_Kapolri-Sebut-Terduga-Teroris-di-Sibolga-Terafiliasi-ISIS.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian angkat bicara atas penangkapan terduga teroris dan ledakan bom yang terjadi di Sibolga, Selasa (12/03/2019) siang tadi.

 

Kapolri yang ditemui usai menghadiri kunjungan silaturahim bersama Panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Jalan Pelajar Ujung Medan menyampaikan, bahwa terduga teroris yang ditangkap di Sibolga tersebut terafiliasi dengan jaringan organisasi ISIS (Islamic State in Iraq and Syria). "Kelompok mana ini, kelompok yang berafiliasi kepada pendukung ISIS. Jadi (mereka) terkena paham-paham dari ISIS itu," ungkapnya kepada wartawan, malam.

 

Tito menjelaskan, kelompok ini sudah di jejaki oleh tim Densus 88. Sebelum penangkapan dilakukan di Sibolga, penangkapan sebelumnya telah dilakukan di Lampung. Sehingga Tito mengakui, bahwa saat ini pihaknya telah menangkap 3 orang terduga teroris jaringan tersebut. "Jadi pada hari ini, tim dari Densus 88 Mabes Polri berangkat ke Sibolga untuk melakukan pengembangan, dari penangkapan seorang tersangka laki-laki yang ada di Lampung dua hari lalu karena ditemukan bom dirumahnya. Dari interogasi yang dilakukan, yang bersangkutan ini mengaku memliki kawan di Sibolga," jelasnya.

 

Atas informasi itu, lanjut Tito, Densus 88 lalu melakukan penangkapan di Sibolga. Akan tetapi rumah pelaku (Husain alias Abu Hamzah) sudah dipasang bom, sehingga satu diantaranya meledak dan melukai seorang petugas. "Kemudian setelah pelaku di tangkap dia mengatakan ada dua lagi temanya di daerah Sibolga. Jadi sudah tiga yang tertangkap," ucapnya kembali.

 

Namun lanjut Kapolri, di rumah terduga teroris yang ditangkap di Sibolga ini, istrinya tidak mau keluar bersama tiga anaknya. Ketika petugas hendak masuk kedalam rumah, terduga teroris yang ditangkap memberi tahu bahwa di rumahnya ada bom. "Sehingga anggota, saat ini masih melakukan upaya negoisasi agar istrinya mau keluar dan berdialog bersama anak-anaknya. Sekarang proses negoisasi sedang dilakukan. Kita berharap istrinya bisa keluar dan kita bisa selamatkan anaknya dalam keadaan baik-baik saja," harapnya.

 

Akan tetapi, Tito menegaskan jika pihaknya saat ini sudah siap dengan resiko apapun yang akan terjadi. Karena, sambung dia, istri terduga pelaku itu menurut suaminya, cukup keras dan radikal. "Yang pasti, mereka tidak ada hubungannya dengan pemilu yang akan datang. Karena mereka, mau pemilu atau nggak ada pemilu akan jalan terus sesuai dengan ideologinya. Jadi ini tugas kita bekerja untuk menangani dan juga menetralisir pemikiran mereka yang keras dan radikal," pungkasnya. (BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pemprov Sumut Terus Dukung Program Strategis Polri Ciptakan Keamanan dan Ketertiban

Peristiwa

Safari Ramadan di Medan, Kapolri: Pererat Silaturahmi Demi Keamanan dan Kesejahteraan

Peristiwa

Kapolri Tinjau Renovasi Masjid hingga Bakti Sosial di Polda Sumut

Peristiwa

BEDUKK 2025, Pertamina Perkuat Sinergi dengan Komunitas Nelayan dan Pelaku Usaha Mikro di Sibolga

Peristiwa

Hadapi Krisis Pangan Global, Pemerintah Pastikan Produksi Beras Nasional Surplus

Peristiwa

Kota Sibolga dan Sekitarnya Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 4,5