Diduga Gugurkan Kandungan, Pembantu Rumah Tangga Tewas Bersama Bayinya di Medan Petisah

- Minggu, 10 Maret 2019 21:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032019/7045_Diduga-Gugurkan-Kandungan--Pembantu-Rumah-Tangga-Tewas-Bersama-Bayinya-di-Medan-Petisah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Nasib tragis dialami seorang pembantu rumah tangga (PRT) berinisial YL (21). Dia meninggal dunia bersama bayinya (usia hamil 7 bulan) di rumah majikan korban, di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (09/03/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.

 

Dari informasi dihimpun, sebelum ditemukan meninggal, majikan korban bernama Silvia (32) memanggil korban, karena biasanya korban pada pukul 06.00 WIB sudah bangun dan bekerja. Akan tetapi, setelah berada di depan pintu kamar korban, Silvia melihat ada darah dan menanyakannya pada korban."Saat itu, korban mengaku jika dirinya sedang mengalami menstruasi," ujar Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing kepada wartawan, Minggu (10/03/2019) 

 

Meskipun mengaku sedang mens, namun korban enggan membuka pintu kamarnya. Sehingga suami saksi bernama Yopi (34) hendak mendobrak pintu kamar korban, akan tetapi dibatalkan karena korban mengaku sedang tidak berpakaian."Hingga akhirnya korban membuka sendiri pintu kamarnya," jelas Martuasah.

 

Silvia sempat memberikan susu kotak dan membuatkannya telur. Namun saat akan mengantarkan telur yang dibuatnya ke kamar korban, Silvia melihat pembantunya tersebut sudah tertidur di lantai kamar dengan darah berceceran."Lalu saksi Yopi langsung memanggil ambulance dari RS Materna. Akan tetapi setibanya ambulance dirumah korban ternyata sudah meninggal dunia. Sehingga saksi dan supir ambulance melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Baru," terangnya.

 

Saat petugas INAFIS dari Polrestabes Medan memeriksa kondisi korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Akan tetapi Martuasah mengaku, petugas menemukan tiga papan obat merk sapros, yang diduga digunakan korban untuk menggugurkan kandungannya.

 

"Setelah dilakukan otopsi di RS Bhayangkara, dugaan sementara korban meninggal dunia karena mengalami pendarahan, sementara bayinya meninggal dunia saat masih berada di dalam kandungan. Saat ini kedua jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga, untuk kemudian disemayamkan oleh keluarga korban," pungkasnya. (BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Bos PT Bumi Resources Dileep Srivastava Meninggal Dunia

Peristiwa

Hamilton Akhirnya Jajal Ferrari untuk Kali Pertama

Peristiwa

Pj Gubernur Sumut Sampaikan Duka Cita Atas Berpulangnya Istri Alm Raja Inal Siregar

Peristiwa

Menlu Berduka atas Wafatnya Diplomat Senior Hasjim Djalal: Kami Kehilangan

Peristiwa

Wamen Isyana Jelaskan Alasan Ibu Hamil Juga Dapat Makan Bergizi Gratis

Peristiwa

Wakapolres Belawan Meninggal, Kapolda Sumut: Polri Kehilangan Sosok Perwira Teladan