Terkait Kericuhan di Tebingtinggi, Sekjen PDIP: NU Salah Satu Organisasi yang Berjasa dalam Kemerdekaan Indonesia

- Senin, 04 Maret 2019 23:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032019/7439_Terkait-Kericuhan-di-Tebingtinggi--Sekjen-PDIP--NU-Salah-Satu-Organisasi-yang-Berjasa-dalam-Kemerdekaan-Indonesia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Sekretaris Jenderal (Sekjend) PDIP Hasto Kristiyanto meminta semua pihak tidak menguji kesabaran Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu ia sampaikan untuk menanggapi kericuhan dalam peringatan Hari Lahir NU di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

 

Menurutnya, NU merupakan salah satu organisasi yang berjasa dalam kemerdekaan Indonesia. Nahdliyin, kata dia, berkeringat demi bangsa dan negara."Kepada pihak mana pun, terlebih yang baru datang, yang tidak ikut berkeringat di dalam perjuangan kemerdekaan jangan uji kesabaran NU," ujar Hasto di sela Safari Kebangsaan PDIP di Lampung, akhir pekan kemarin.

 

Hasto membeberkan NU memiliki semangat hubbul wathan minal iman (mencintai negara sebagian dari iman). Semangat itu dibuktikan lewat terbitnya Resolusi Jihad 1945. Resolusi tersebut menjadi salah satu modal mengusir penjajah.

 

NU, kata Hasto, juga selalu sabar dan lebih banyak mengalah meski diprovokasi. Namun begitu, ia mengingatkan NU bisa mengambil tindakan yang tegas jika tersinggung."Kalau mereka sudah betul-betul tersinggung, waduh Inggris saja kalang kabut saat itu ya (tahun 1945)," ujarnya.

 

Anggota NU sekaligus politisi PDIP Zuhairi Misrawi menegaskan NU merupakan organisasi yang beradab dan menjunjung supremasi hukum. NU, lanjutnya, ingin kedamaian, kerukunan, dan kebhinekaan di Indonesia terjaga."Tidak boleh ada organisasi yang di atas hukum. Apalagi dengan sengaja melanggar hukum," ujar Zuhairi.

 

Mewakili NU, Zuhairi mengaku berterima kasih kepada Kepolisian yang bergerak cepat meringkus terduga pelaku kericuhan. Ia berkata hukum harus ditegakkan kepada siapapun yang melakukan kekerasan dan menebar konflik di masyarakat."Jadi NU selalu damai dan percaya bahwa negara bisa melindungi segenap kelompok, suku, agama dari kelompok-kelompok intoleran," ujarnya.

 

Acara tablig akbar dan tausyiah kebangsaan dalam memperingati hari lahir ke-93 Nahdlatul Ulama beberapa waktu lalu ricuh. Saat tablig akbar berlangsung, kelompok masa yang disebut-sebut berasal dari Front Pembela Islam (FPI) berteriak dan meminta acara tersebut dibubarkan.

 

Buntut dari kejadian tersebut, kepolisian menetapkan 11 anggota Front Pembela Islam (FPI) sebagai tersangka kericuhan."Awalnya diamankan delapan orang. Tadi malam, dari hasil pengembangan ada tiga orang lagi. Semuanya sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara Komisaris Besar Polisi Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (28/2/2019).(BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Peringati HUT ke-29, Pertamina Sumbagut Gelar Nuzulul Qur’an dan Santuni Anak Yatim

Peristiwa

Komitmen ESG, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Raih Tiga IGA 2026 Berpredikat Platinum

Peristiwa

Polisi Bekuk Pelaku Tunggal Pembunuh Mahasiswa UMA di Patumbak Dijerat Pasal Berlapis dan Berat

Peristiwa

Pemko Gunungsitoli dan Bank Sumut Perkuat Sinergi Pengelolaan Keuangan Daerah

Peristiwa

Kasau Marsekal TNI M Tonny Harjono Tinjau Lanud Soewondo, KADIN Medan Sambut Positif

Peristiwa

Sejarah, Pemanasan Piala Dunia U-17 Digelar di Sumut, Bobby Nasution: Pembuktian Sumut Bisa Gelar Laga Internasional