Beritasumut.com-Dianggap tidak bersinergi, sejumlah awak media yang bertugas di Unit Polres Deli Serdang telah memboikot pemberitaan yang dirilis Polres Deli Serdang. Sehingga saat dilakukan paparan kasus di Polres Deli Serdang wartawan terlihat sedikit yang hadir. Awak media yang tergabung dalam Wartawan Unit Polres Deli Serdang (WUPDS) ini bersikap tegas untuk memboikot seluruh pemberitaan yang telah dirilis nantinya dari Satuan Reskrim, Satuan Narkoba maupun Satuan Lalu Lintas. Koordinator pengurus WUPDS, Surya Dharma mengatakan pihaknya bersama sejumlah awak media melakukan aksi boikot itu sebagai bentuk kurang bersinerginya Kapolres Deli Serdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan dan jajarannya dalam hal pemberitaan. "Pemboikotan seluruh kegiatan Polres Deli Serdang ini merupakan kesepakatan bersama yang dibahas pada 13 Februari 2019 lalu. Dimana WUPDS sepakat untuk memboikot seluruh press rilis yang dibuat pihak Polres Deli Serdang karena selama akhir Desember hingga Februari ini tidak pernah ada paparan berita kriminal, baik kriminal umum maupun narkoba, sepertinya komunikasi dua arah selama ini yang terjalin tidak harmonis lagi," kata Surya didampingi Wakil Koordinator, Roni Hutahaean dan Bendahara Fany Ardana di Lubuk Pakam, Senin (25/02/2019). Roni Hutahaean menambahkan kesepakatan bersama untuk pemboikotan seluruh kegiatan di Polres ini ada beberapa poin masing-masing rapat angota dan pengurus WUPDS pada tanggal 13 Februari 2019 yakni WUPDS sepakat untuk tidak bekerjasama dengan Kapolres Deli Serdang, AKBP Eddy Suryanta Tarigan SIK karena dianggap tidak dapat bersinergi dengan awak media. Terkait pemberitaan pecitraan yang mempromosikan Kapolres Deli Serdang dan jajarannya, sepakat untuk tidak diberitakan baik yang sifatnya paparan kasus, MoU bersama Pemkab dan lainnya. "Menolak ajakan Kapolres Deli Serdang untuk makan bersama ataupun bentuk lainnya dalam ruang, tempat dan waktu yang tidak dapat ditentukan," tandasnya.(BS05)