Sarma Hutajulu: Hutan Raya di Kawasan Danau Toba Upaya Pengalihan Masalah

- Selasa, 26 Februari 2019 16:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022019/8998_Sarma-Hutajulu--Hutan-Raya-di-Kawasan-Danau-Toba-Upaya-Pengalihan-Masalah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Fraksi PDI-P Sarma Hutajulu
Beritasumut.com-Wacana meminta partisipasi PT Toba Pulp Lestari (TPL) melakukan penanaman hutan raya di seputaran Danau Toba dianggap hanya bagian dari upaya pengalihan masalah.

 

Menurut anggota Fraksi PDI-P Sarma Hutajulu, pencemaran lingkungan di kawasan Danau Toba sudah sangat kronis. “Akar masalahnya ada di hulu, itu yang harus diselesaikan dengan tegas dan bukan dengan melakukan pengalihan masalah,” ujar Sarma kepada wartawan, baru-baru ini.

 

Anggota Komisi A DPRD Sumut itu mempertanyakan, wacana yang sempat mengemuka dari hasil rapat Komisi B DPRD Sumut dengan Dinas Pariwisata beberapa waktu lalu. Dalam rapat itu disepakati adanya gagasan untuk meminta partisipasi PT TPL membangun hutan wisata di sekitar Danau Toba, atau di areal yang diusahai perusahaan tersebut. Hal itu sebagaimana disebutkan untuk mendukung kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata.

 

Sarma mengaku lebih sependapat jika pemerintah bertindak tegas mengawasi izin PT TPL yang diduga sudah terlalu lama melakukan penebangan hutan. “Usulan penanaman hutan wisata oleh PT TPL harus dikaji matang, tidak akan ada artinya jika penebangan hutan justru terus dilakukan,” lanjutnya.

 

Dirinya mengaku prihatin, ketika melakukan kunjungan dalam rangka reses di beberapa kawasan di Danau Toba yang telah mengalami krisis air bersih, akibat dampak kerusakan lingkungan yang terjadi di kawasan itu. Salah satu wilayah yang dikunjunginya adalah Desa Matio di Kecamatan Balige, dimana warga disana harus berjalan puluhan kilo meter hanya untuk mendapatkan air bersih. “Masyarakat yang berada di areal PT TPL kini mulai dilanda sengketa, karena kekurangan sumber air. Jadi jangan ada lagi upaya pengalihan masalah karena kondisinya sudah sangat kronis,” tegas Sarma.

 

Lebih jauh, Sarma meminta pemerintah segera mengevaluasi sejumlah perusahaan yang diduga kuat menyumbang pencemaran air dan lingkungan di seputaran Danau Toba. Dia berharap pansus Danau Toba yang saat ini akan dibentuk DPRD Sumut kelak mampu mengeluarkan rekomendasi berisi penutupan seluruh aktifitas perusahaan diduga perusak lingkungan dan mengembalikan fungsi danau tersebut sebagai 'Aek natio mual hangoluan' atau Danau Toba yang indah dengan sumber air yang bersih. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Gubernur Sumut Buka Puasa Bersama Pimpinan DPRD Sumut

Peristiwa

Dishub Sumut Sebut 29 Kapal Laik Berlayar

Peristiwa

Audiensi IKLAB RAYA, Erni Ariyanti Tanggapi Pemekaran Sumatera Timur dan Sekolah Unggulan

Peristiwa

Forkopimda Sumut Kompak hadiri Paripurna Mendengarkan Pidato Sambutan Gubernur

Peristiwa

Ketua DPRD Sumut Ajak KoJAM Kolaborasi Pemberitaan dan Kritik Membangun

Peristiwa

Pj Sekdaprov Sumut Saksikan Penandatanganan Kerja Sama dan Kesepahaman Toba Caldera UGG