Nyamuk Aedes Aegypti Serang warga di Marindal, Dua orang Anak Meninggal

Herman - Rabu, 20 Februari 2019 12:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022019/2706_Nyamuk-Aedes-Aegypti-Serang-warga-di-Marindal--Dua-orang-Anak-Meninggal.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Penyebaran penyakit demam berdarah dengue menyerang warga Jalan Kedondong Dusun VII, Desa Marindal, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, tepatnya Jalan Karang Rejo.

 

Sejauh ini, sudah dua orang anak berusia 10 tahun terkena gigitan nyamuk itu meninggal dunia. 

 

Sehingga, diharapkan adanya perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang untuk melakukan fogging di lokasi yang banyaknya sarang nyamuk. Begitu pun warga di lokasi itu juga menjaga lingkungan sekitarnya tetap bersih dan nyaman. 

 

Mengingat penyebaran penyakit demam berdarah dengue yang memasuki musim pancaroba. Tidak itu saja, bak penampungan dapat menjadi sarang nyamuk tempat jentik-jentik nyamuk dapat berkembang. Anak-anak usia 7-12 tahun menjadi penderita demam berdarah tertinggi selama ini. Karena itu, lingkungan di mana anak-anak beraktivitas perlu dipastikan bebas dari sarang nyamuk. 

 

Harus diketahui waktu-waktu yang perlu diwaspadai terkait dengan gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini. Nyamuk ini biasa mencari makan pada pagi dan sore hari, yaitu pukul 09.00-11.00 WIB dan pukul 15.00-18.00 WIB. Jam segitu, nyamuk mematikan itu mencari mangsa.

 

Selain itu, rumah juga tetap mewaspadai keberadaan nyamuk berbahaya ini. Diharapkan, agar para penghuni rumah rutin membersihkan tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, seperti bak penampungan air, kaleng, ban bekas tergenang air, dan gantungan baju.

 

Warga Jalan Karang Rejo Mujiono (53) kepada wartawan, Minggu (17/2/2019) mengaku, risau melihat penyebaran penyakit demam berdarah itu sangat membahayakan bagi warga yang ada di seputaran Jalan Karang Rejo tersebut. Mengingat sudah tujuh orang yang terkena gigitan nyamuk tersebut.

 

Sehingga, sudah sepantasnya dinas terkait memperhatikan permasalah itu. "Sudah dua orang yang meninggal dunia. Saya bersyukur anak saya bernama Bayu Prayogi (25) kena penyakit demam berdarah berhasil sembuh, " tambahnya.

 

Kata dia, sudah sewajarnya kawasan padat penduduk itu diperhatikan. "Anak-anak pun enggan keluar rumah takut digigit nyamuk mematikan tersebut," jelasnya.(BS06)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Jumlah Kasus DBD di Sumut Mencapai 8.963 Orang

Peristiwa

Wabah KLB Malaria dan DBD di Nisel Diperpanjang hingga Akhirnya Desember

Peristiwa

Jumlah Kasus DBD di Sumut Meningkat Menjadi 5.853

Peristiwa

Delapan Orang Meninggal, Nias Selatan Darurat Wabah DBD dan Malaria

Peristiwa

Dinas Kesehatan: Penyebaran Nyamuk Wolbachia Belum Dilakukan

Peristiwa

Hingga Agustus, Kasus DBD di Medan Mencapai 1.357 Orang