Presiden Jokowi: Hati-Hati, Banyak Isu dan Fitnah yang Berbahaya

- Jumat, 08 Februari 2019 22:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022019/6851_Presiden-Jokowi--Hati-Hati--Banyak-Isu-dan-Fitnah-yang-Berbahaya.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa saat ini banyak isu-isu maupun fitnah yang bertebaran di masyarakat. Untuk itu, Presiden mengajak masyarakat untuk berhati-hati dalam menghadapi masalah tersebut.

 

Soal kriminalisasi ulama misalnya, Presiden meminta kalau memang ada agar disampaikan kepadanya ulamanya (yang dikriminalisasi) siapa?  “Kalau ada yang tidak bersalah kemudian dimasukkan sel, lha itu namanya kriminalisasi,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir dari laman setkab, Jumat (08/02/2019).

 

Presiden menegaskan, tidak ada itu (kriminalisasi ulama, red). Ia menilai, isu-isu seperti ini sengaja dibuat supaya yang di bawah resah.

 

Ada lagi isu Presiden Jokowi itu simpatisan PKI. Padahal, Presiden mengingatkan, PKI itu dibubarkan tahun 1965-1966, sementara dirinya lahir tahun 1961. Artinya, umurnya baru 4 tahun.“Wong saya masih balita, masa sudah jadi PKI. Logikanya enggak masuk,” ucap Presiden seraya menambahkan, tetapi ada yang percaya karena sudah panas termakan oleh fitnah-fitnah seperti itu.

 

Ada lagi, lanjut Presiden Jokowi, isu dirinya itu antek asing. Sementara pada masa kepemimpinannya, Blok Mahakam yang merupakan blok minyak besar Indonesia, dan telah 50 tahun  dikelola oleh yang Inpex dan Total dari Jepang dan Prancis, pada 2015 yang lalu sudah diambil alih pemerinah dan diberikan kepada Pertamina

 

Kemudian Blok Chevron, Blok Rokan yang dikelola Chevron dari Amerika, lanjut Presiden, pada 2018 kemarin sudah dimenangkan lagi oleh Pertamina 100%.Terakhir, akhir 2018 kemarin,  Freeport tambang tembaga yang ada di Papua, tegas Presiden Jokowi, sudah mayoritas 51% dikendalikan oleh yang namanya PT Inalum, oleh negara kita.“Ini malah dibilang saya antek asing. Saya asingnya dimana?” kata Presiden Jokowi dengan nada bertanya.

 

Kepala Negara menegaskan, yang namanya isu dan fitnah, kalau tidak menyaring, tidak tanya kanan, tidak tanya kiri, langsung masuk, jadinya sangat-sangat berbahaya bagi negara ini, perselisihan, konflik akan terjadi.“Jangan gampang termakan oleh isu-isu, jangan gampang termakan oleh fitnah-fitnah,” tuturnya.

 

Kalau ada pilihan Bupati, pilihan Gubernur, pilihan Wali Kota, pilihan Presiden, menurut Presiden Jokowi, itu gampang banget. Misalnya pilihan Bupati, ada calonnya tiga, dilihat saja. Punya pengalaman enggak dalam pemerintahan? Dilihat saja prestasinya apa? Sebelumnya punya prestasi ndak? Dilihat programnya baik atau tidak baik untuk rakyat, untuk daerahnya? ide dan gagasannya apa? dilihat, sudah.

 

“Jangan dengerin yang nanya fitnah-fitnah, isu-isu yang berkembang. Kalau sudah menjelang, ini kan 2 bulan lagi ini, bulan politik ini, isinya pasti isu simpang siur ke mana-mana,” tutur Presiden Jokowi.

 

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan penghargaan atas Deklarasi Anti Hoaks, Fitnah dan Ghibah, yang dibacakan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dalam acara tersebut.

 

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Mensesneg Pratikno, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, dan Pimpinan Ponpes Al-Ittihad KH. Kamali Abdul Ghani.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kolaborasi Bank Sumut dan Media Kunci Pembangunan Daerah yang Berkah

Peristiwa

Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat

Peristiwa

Silaturahmi Presiden dengan Rektor, Sinergi Pemerintah dan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan Bangsa

Peristiwa

KPK: Mobil dari Erdogan untuk Prabowo Pemberian Kenegaraan, Tak Perlu Lapor

Peristiwa

Jawaban Prabowo Saat Diminta Gerindra Maju Capres Lagi di 2029

Peristiwa

Perayaan 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Turkiye Perkuat Kemitraan Strategis