Wali Kota Pematangsiantar Ajak Wujudkan Pancasila sebagai Etika Berbangsa dan Bernegara

- Minggu, 03 Februari 2019 07:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022019/9079_Wali-Kota-Pematangsiantar-Ajak-Wujudkan-Pancasila-sebagai-Etika-Berbangsa-dan-Bernegara.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM menggelar acara seminar nasional bertema 'Pancasila Etika Berbangsa dan Bernegara' di Sekolah Tinggi Theologi HKBP, Jalan Sangnaualuh, Pematangsiantar, pertengahan pekan kemarin.

 

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pematangsiantar H Hefriansyah SE MM mengatakan, pancasila harus diwujudkan dalam etika kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan ketetapan MPR RI Nomor VI Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. 

 

Di hadapan Wakil Ketua MPR RI DR Ahmad Basarah, Kemenkumham yang dihadiri Dirjen PP Kemenkumham Prof Dr Widodo Ekatjahjana, serta Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Prof Dr HR Benny Riyanto SH MH CN serta kalangan mahasiswa, organisasi kemasyarakatan (ormas), partai politik (parpol) dan masyarakat, Wali Kota berharap adanya sinergi dalam menjaga kerukunan demi keutuhan NKRI. 

 

"Pemerintah kota sangat mengapresiasi acara ini. Mari kita implementasikan substansi dari butir-butir Ketetapan MPR RI Nomor VI tahun 2001 sebagai pedoman bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan membangun sikap dan gerakan bersama mewujudkan Pancasila sebagai etika bangsa,” ujar Wali Kota seperti dilansir dari laman pematangsiantarkota.go.id, Miggu (03/02/2019).

 

Sementara itu, Ahmad Basarah menjelskan, pasca reformasi bergulir Pancasila seperti ditinggalkan. Bahkan kurikulum sekolah menghilangkan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila. Alhasil banyak rakyat, terutama generasi muda tidak lagi di-refresh tentang moral Pancasila."Berkurangnya pemahaman Pancasila ditambah era keterbukaan, masuklah berbagai pemahaman yang sempit dan merasuk ke diri sebagian masyarakat Indonesia," terangnya.

 

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah hadir melaksanakan tanggung jawabnya membangun mental ideologi bangsa Indonesia tentang pemahaman Pancasila, yang harus bisa diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

Hadir juga dalam acara ini Pimpinan Badan Pengkajian MPR Martin Hutabarat, Ketua STT HKBP Pdt Dr Vicktor Tinambunan MST, Rektor Universitas HKBP Nommensen Prof Dr Sanggam Siahaan MHum, Danrem 022/PT diwakili Kasrem Letkol Inf Agustatius Sitepu, para unsur Forkopimda Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.(BS09)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus

Peristiwa

Reses DPR ke Polres Pematangsiantar, Hinca Pesankan ini ke AKBP Sah Udur

Peristiwa

Serahkan LKPD Tahun 2024 ke BPK, Gubernur Sumut Targetkan Raih WTP ke-11

Peristiwa

Gubernur Sumut Luncurkan Mudik Gratis Lebaran Bagi Mahasiswa di Luar Sumatera

Peristiwa

Walikota Medan Harapkan Pemko dan PP Tetap Solid Bangun Medan

Peristiwa

Walikota dan LD FEB UI Bahas RPJMD Kota Pematangsiantar 2025-2029