Lindungi Laut dari Sampah Plastik, Luhut Berbagi Peta Jalan Program Tri Hita Karana di WEF 2019

Herman - Senin, 28 Januari 2019 15:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012019/8871_Lindungi-Laut-dari-Sampah-Plastik--Luhut-Berbagi-Peta-Jalan-Program-Tri-Hita-Karana-di-WEF-2019.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengangkat berbagai isu di sektor lautan dalam rangkaian acara Annual Meeting WEF 2019 di Davos, Swiss. 

 

Hal ini disampaikan Menteri Luhut saat mengisi sesinya di acara Workshop on Initiating a Global Insititute and Tri Hita Karana Roadmap for Blended Finance di Indonesia Pavilion Promenade, Kamis (24/01/2019). 

 

“Saya sangat menunggu kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut tentang apa yang bisa kita lakukan, guna melindungi sumber daya alam khususnya di sektor kelautan,” tegasnya.

 

Ditambahkan Menteri Luhut, sebagai negara kepulauan yang terdiri lebih dari 17,000 pulau, laut merupakan salah satu pusat perekonomian bagi Indonesia. Sehingga isu tentang kelautan adalah isu yang menarik dan penting.

 

"Sebagai negara kedua terbesar penghasil produk laut di dunia, tidak heran jika sektor industri laut memegang peranan yang signifikan terhadap angka Produk Domestik Bruto Nasional," jelas Menteri Luhut. 

 

Sektor laut menyerap lebih dari 4 persen jumlah total tenaga kerja di Indonesia. Laut juga merupakan kunci utama akses pemenuhan kebutuhan protein bagi jutaan orang, sektor wisata yang kuat, sumber utama industri budi daya air, dan juga menjadi rumah untuk jutaan orang.

 

Seperti negara-negara lainnya, Indonesia melihat berbagai tantangan terhadap laut, salah satunya adalah isu plastik di lautan. Belum lagi bencana alam yang belakangan kerap terjadi juga memberikan efek terhadap komunitas lautan di Indonesia, salah satunya adalah bencana tsunami yang belum lama terjadi di Selat Sunda, Indonesia.

 

“Saat ini Indonesia melakukan banyak hal untuk melindungi laut dari sampah plastik, salah satunya dengan gerakan Tri Hita Karana for Clean Bali, dimana penggunaan plastik sekali pakai dilarang sejak bulan Juni,” lanjut Luhut.  

 

Upaya ini dilakukan untuk keberlanjutan dari sumber laut. Sudah lama plastik menjadi ancaman bagi lingkungan dan juga kehidupan manusia. Sehingga dampak buruknya untuk generasi Indonesia selanjutnya harus ditangani dengan baik.

 

“Kami tidak mau melihat generasi Indonesia yang stunting di masa depan,” terang Menko Luhut.

 

Komitmen Indonesia untuk melindungi laut juga ditunjukkan dengan keaktifan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) sebagai anggota dari High Level Panel dalam Sustainable Ocean Economy. Indonesia juga telah memperkenalkan sistem perekonomian untuk kelautan guna mendukung nelayan lokal dan menjadi solusi untuk melindungi keanekaragaman hayati laut Indonesia.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Nawal Lubis Dukung Sumut Jadi Proyek Percontohan Pengelolaan Sampah Plastik

Peristiwa

Kecamatan Medan Belawan Berinovasi Daur Ulang Sampah Plastik Jadi Balok dan Papan

Peristiwa

Saksikan Film “Memutar Limbah Peradaban”, Bobby Nasution Ajak Semua Atasi Sampah Plastik

Peristiwa

Kurangi Sampah Plastik, Kecamatan Medan Tembung Luncurkan Program Sdekah

Peristiwa

Solusi Tangani Sampah Plastik di Sekolah, Dosen Pendidikan Fisika UMN Al Washliyah Medan Latih Guru Buat Ecobricks yang Ramah Lingkungan

Peristiwa

Dari Sampah Menuju Surga, KUA Kisaran Barat Bersihkan Lingkungan untuk Sumbang Rumah Ibadah