Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kemenkes Perketat Proses Seleksi Tenaga Kesehatan Haji

Herman - Sabtu, 26 Januari 2019 15:48 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012019/3421_Tingkatkan-Layanan-Kesehatan--Kemenkes-Perketat-Proses-Seleksi-Tenaga-Kesehatan-Haji.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Pemerintah berupaya meningkatkan mutu penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya, termasuk di bidang kesehatan.

 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertekad selalu memberikan layanan kesehatan terbaik bagi setiap jemaah haji, salah satunya dengan cara memperketat proses rekrutmen petugas kesehatan haji dengan persyaratan tes kesehatan terpadu.

 

Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusuf Singka, saat memberikan arahan kepada 244 dokter calon Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dalam forum pembekalan selama 3 hari (24-26 Januari 2019) di Jakarta.

 

Forum pembekalan merupakan bagian dari rangkaian proses rekrutmen yang harus dilalui oleh calon TKHI, yang mana jumlahnya akan ditetapkan kemudian setelah berkoordinasi dengan Kementerian Agama.

 

Pada forum tersebut, di samping menerima materi pembelajaran kesehatan haji 2018, para peserta juga mengikuti tahapan seleksi penerimaan tenaga kesehatan haji melalui sejumlah tes kesehatan seperti tes Napza, tes kebugaran, psikotes (metode MMPI) sampai dengan wawancara.

 

Tes yang dilakukan secara terintegrasi ini baru dilaksanakan pada proses rekrutmen tenaga kesehatan haji tahun 2019. Dengan beberapa pengujian ini Kemenkes ingin memastikan kualitas TKHI yang bertugas ke Arab Saudi harus yang unggul.

 

Salah seorang peserta forum pembekalan, Nurhadi, asal Kota Purwakarta Jawa Barat menyambut positif diselenggarakannya kegiatan ini. Menurutnya, semua peserta antusias mengikuti proses rekrutmen dan merasakan manfaatnya bagi tenaga kesehatan yang akan diberangkatkan ke tanah suci.

 

“Dulu tidak ada workshop dan tes seperti ini. Jadi manfaatnya selain menyatukan visi pelayanan jemaah juga untuk mendapatkan petugas yang layak,” ujar Nurhadi yang pernah juga menjadi TKHI pada 2012.

 

Dalam kesempatan pembekalan, Kapuskes Haji menjelaskan peran, tanggung jawab dan tantangan yang akan dihadapi selama bertugas di tanah suci.

 

“Petugas haji harus bekerja all out. Prinsipnya harus SHAR’I; Sigap, Handal, Amanah, Responsif, Inisiatif,” terang Eka, seperti dilansir setkab.go.id.

 

Lebih lanjut, Eka juga memotivasi para dokter peserta forum pembekalan tersebut untuk menjaga jiwa korsa, nama baik kementerian dan nama baik bangsa menjadi kewajiban bersama seluruh penyelenggara kesehatan haji.

 

“TKHI ini orang-orang pilihan yang hebat, harus menjalankan fungsi promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif kepada jemaahnya,” kata Eka meyakinkan.

 

Sebelumnya, Kemenkes juga telah mengadakan kegiatan serupa untuk tenaga dokter dari wilayah Indonesia bagian timur pada tanggal 22-24 Januari 2019 di Surabaya.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah

Peristiwa

Resmi Jadi Direktur RS Haji Medan, Sri Suriani Komit Hadirkan Pelayanan Kesehatan Berlandaskan Islam

Peristiwa

Bank Emas Diluncurkan 26 Februari, Airlangga Sebut Cocok Untuk Nabung Haji

Peristiwa

Purnatugas Dirut RS Haji Medan, Pemprov Sumut Harapkan Rehulina Ginting Tetap Berkontribusi di Bidang Kesehatan

Peristiwa

Usai Rapat di KPK, Menag Janji Layanan Haji Lebih Baik

Peristiwa

DPR Umumkan Pembentukan Timwas Haji hingga Timwas Perlindungan PMI