Beritasumut.com-Sebuah kapal tanker bernama MT Namse Bangdzod mengalami hilang kontak di Perairan Laut Jawa. Bakamla RI pun mengerahkan KN Belut Laut untuk melakukan pencarian didukung sistem pemantauan berbasis satelit sejak beberapa hari yang lalu di Perairan Utara Jakarta. Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono menuturkan, pencarian dimulai sejak Selasa (08/01/2019) bersama stakeholder terkait. "Kapal tanker yang diawaki oleh 12 orang kru berkewarganegaraan Indonesia itu diketahui bermuatan CPO. Kapal bertolak pada Jum’at (28/12/2018) dari Pelabuhan Bagendang, Sampit, Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Tanjung Priok," tuturnya melalui siaran pers, Senin (14/01/2019). Sejak informasi diterima, sambung Mardiono, Bakamla RI melalui Kantor Pengelolaan Informasi Marabahaya Laut (KPIML) melakukan pencarian menggunakan sistem pemantauan keamanan dan keselamatan laut Bakamla yang berbasis Automatic Identification System (AIS) yang dikombinasikan dengan aplikasi marine traffic. "Dari data yang diterima, diketahui bahwa kapal tersebut terdeteksi terakhir pada tanggal 8 Januari 2019 jam 04.09 WIB di perairan Utara Jakarta. Sampai dengan berita ini diturunkan, KN Belut Laut-4806 masih terus melaksanakan pencarian di perairan Laut Jawa dengan di dukung update data dan informasi dari KPIML tersebut," sambungnya. Humas Bakamla RI menjelaskan, selain pencarian di laut, Bakamla RI juga melaksanakan pertukaran informasi dengan instansi keamanan laut lainnya, seperti dengan TNI AL khususnya Koarmada 1 dan Lantamal III Jakarta. "Bakamla RI berharap segera mendapatkan informasi keberadaan kapal tersebut dan memberikan pertolongan yang dibutuhkan," tutupnya. (Rel)