Gus Irawan: Konsep Terbaik Islam Mengelola Kemiskinan adalah Melalui ZIS

- Minggu, 13 Januari 2019 13:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012019/5466_Gus-Irawan--Konsep-Terbaik-Islam-Mengelola-Kemiskinan-adalah-Melalui-ZIS.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Ketua Komisi VII DPR-RI H Gus Irawan Pasaribu SE Ak MM CA menutup secara resmi seminar dengan tema 'Peningkatan Kemandirian Lembaga-Lembaga Umat Untuk Meningkatkan Kesejahtetaan Masyarakat Islam demi Mencapai Sumut Bermartabat' yang diikuti oleh 200 orang Nazir Mesjid dan 50 Pimpinan Pondok Pesantren se-Tapanuli Bahagian Selatan ditambah utusan dari Kabupaten Labuhan Batu Selatan dan Tapanuli Tengah, awal pekan kemarin.

 

Di hadapan seluruh peserta seminar yang digelar di Pesantern Darul Mursyid, Desa Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan mengatakan, agama Islam merupakan konsep terbaik dalam mengelola kemiskinan melalui Zakat Infaq dan Shadaqoh (ZIS). "Sebanyak 85 persen penduduk Indonesia yang beragama islam memiliki potensi zakat sebesar 217 triliun yang apabila terdata, terinput dan terkelola dengan baik maka persoalan kemiskinan akan segera teratasi,"

ujar Gus seperti dilansir dari laman tapselkab.go.id, Minggu (13/01/2019).

 

"Untuk itu saya berharap dengan seminar yang dilakukan oleh Darul Mursyid ini bisa menjadi motivasi dan dilakukan lembaga lainnya seperti Badan Kenaziran Masjid dan Pondok Pesantern yang hadir ini," sambungnya.

 

Gus Irawan juga mengatakan sangat berbahagia dan bangga hadir di Darul Mursyid dengan berbagai prestasi yang didapat oleh siswa/i nya. Selain sekolah dengan segudang prestasi anak didiknya, Pondok Pesantern Darul Mursyid juga sudah memiliki pabrik kopi sendiri. Untuk itu kata Gus, Komisi VII DPR-RI yang dipimpinnya bermitra dengan Riset & Teknologi akan mendukung sepenuhnya untuk teknologi pengolahan kopi di daerah ini.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Tapanuli Selatan Ir Aswin Efendi Siregar MM saat membacakan sambutan Pidato Bupati Tapanuli H Syahrul M Pasaribu SH mengapresiasi Pondok Pesantern Darul Mursyid yang telah melaksanakan kegiatan seminar tersebut dan ini juga menjadi bukti semakin berkembangnya pesantren dengan lahirnya peraturan Presiden RI No 22 tahun 2015 yang menetapkan 22 Oktober menjadi Hari Santri Naional. 

 

Lebih jauh Syahrul mengatakan bagi umat Islam, masjid dan pondok pesantren tidak hanya menjadi tempat ibadah dan sekolah semata namun memiliki memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan peradaban ummat Islam, salah satunya dalam perekonomian.

 

"Selama ini, sejarah telah mencatat Masjid Nabawi oleh Rasulullah SAW difungsikan sebagai pusat ibadah, pusat pendidikan dan pengajaran, pusat penyelesaian problematika umat dalam aspek hukum (peradilan), pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui Baitul Mal (ZISWAF), pusat informasi Islam, hingga sebagai pusat pelatihan militer dan urusan-urusan pemerintahan Rasulullah, serta fungsi lainnya sehingga kesimpulannya, pada zaman Rasulullah, masjid dan pondok pesantern bisa dijadikan sebagai pusat peradaban Islam," paparnya.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Baitulmaal Muamalat Sumut Gelar Inklusi Sosial di Ramadan

Peristiwa

HNW Tolak Zakat untuk Danai Makan Bergizi Gratis: Peruntukannya Berbeda

Peristiwa

Prabowo Respons Usulan Makan Bergizi Gratis Dibiayai Dana Zakat

Peristiwa

Walikota dan Jajaran Pemko Medan Tunaikan Zakat Mal melalui BAZNAS

Peristiwa

Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin Serahkan Zakat melalui Baznas

Peristiwa

Silaturahmi dengan MUI dan Baznas, Pj Bupati Langkat : Mari Bekerjasama untuk Umat