Beritasumut.com-Tidak diragukan lagi kinerja Kapolsek Pancur Batu Kompol Faidir Chaniago dan Kanit Reskrimnya Iptu Suhaily. Semenjak kepemimpinan Kapolsek dan Kanit Reskrim, banyak sudah kasus yang dapat di ungkap hingga keberhasilan Polsek Pancur Batu menekan angka kriminalitas di wilayah hukumnya. Hal tersebut menimbulkan apresiasi dan dukungan dari masyarakat dan tokoh masyarakat di wilayah hukumnya. Suranta Ginting ( 62 ) tokoh masyarakat Pancur Batu yang merupakan warga desa Tanjung Anom Kepada wartawan, Kamis (09/01/2019) masyarakat, sangat apresiasi yang tinggi pada kinerja Kapolsek dan Kanit Reskrimya. Pasalnya Iptu Suhaily yang baru menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu sejak 1 Juni 2018 telah berhasil mengungkap 3 kasus Curas dari 3 laporan masyarakat, 16 kasus curat berhasil di ungkap dari 20 laporan masyarakat, 5 kasus curanmor berhasil di ungkap dari 9 laporan masyarakat, 1 kasus pembunuhan berhasil di ungkap yang sempat menghebohkan masyarakat dan warga netizen dari 1 kasus pembunuhan semenjak menjabat Kanit Reskrim serta berhasil mengungkap 28 kasus penyalah gunaan narkoba dan telah menjebloskan 100 orang lebih tersangka ke dalam sel tahanan. ”Luar biasa ini kinerja dua perwira ini, bayangkan saja Kompol Faidir Chaniago selaku Kapolsek, ia mau turun langsung ke daerah bahkan kemaren sewaktu libur tahun baru saat jalan lintas Medan Brastagi lumpuh total akibat adanya longsor dan mobil truk yang terbalik, hujan-hujanan dia mengatur lalu lintas demi kelancaran masyarakat yang mau berlibur,” ucap Suranta. Senada dengan Suranta Ginting , tokoh masyarakat kecamatan Sibolangit yang bernama Sastra Surbakti ( 57) juga menyatakan dukungannya pada kinerja Iptu Suhaily yang baru menjabat pada 1 Juni 2018 saja sudah mampu menekan angka kriminalitas dan mengungkap banyak kasus-kasus. ”Kalau si Suhaily itu kan baru menjabat dan belum setahun tapi sudah mampu mengungkap kasus curas, curat, curanmor, narkoba dan yang paling penting dan masih segar di otak ku waktu kasus pembunuhan PNS yang berprofesi sebagai guru agama yang bernama Muhammad Yusuf yang pelakunya perempuan atas nama Chory pada tanggal 14 September 2018 yang di buang ke daerah Sibolangit, cuma dalam tempo waktu 36 jam udah ditangkapnya tersangkanya kan mantap krina,” pungkas Sastra Surbakti.(BS08)