Walikota Medan Resmikan Bank Sampah dan Taman The Gade Clean & Gold di Medan Denai

Herman - Kamis, 27 Desember 2018 13:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122018/7890_Walikota-Medan-Resmikan-Bank-Sampah-dan-Taman-The-Gade-Clean--amp--Gold-di-Medan-Denai.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH meresmikan Bank Sampah dan Taman The Gade Clean & Gold PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Kamis (27/12/2018) di Jalan Bromo Gang Kurnia, Kelurahan Tegal Sari Mandala 3, Kecamatan Medan Denai.

 

Hadir dalam acara itu Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kanwil I Medan, Hakim Setiawan, Kadis Kebersihan dan Pertamanan, HM Husni, dan segenap pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan.

 

Walikota mengapresiasi dan mendukung pembentukan Bank Sampah dan Taman  The Gade Clean and Gold ini.  "Ini sangat positif dalam membangun kepedulian masyarakat agar dapat memanfaatkan sampah sehingga bernilai ekonomis," ucapnya.

 

Walikota memaparkan, pembentukan bank sampah ini mengacu pada Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan/ Kebersihan di Kota medan. Selain itu,  pembentukan bank sampah ini juga terkait dengan adanya  peningkatan volume sampah.

 

"Mendirikan bank sampah adalah salah satu langkah yang tepat untuk dilakukan, karena di tempat ini sampah sudah dipilah menurut jenisnya dan cara seperti ini sangat efektif untuk mengurangi volume sampah yang kian hari semakin meningkat.

 

Sampah organik misalnya, lanjut Walikota, dapat diolah kembali menjadi  pupuk kompos yang berguna bagi petani untuk menyuburkan tanah. Sedangkan sampah anorganik berupa kertas, plastik, kain dan kaleng bekas dapat dibuat berbagai kerajinan tangan tentunya melalui tangan-tangan kreatif para pegiat bank sampah. Dengan demikian, sampah-sampah yang awalnya tidak berguna dan menumpuk di tempat sampah ataupun tempat pembuangan akhir bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

 

Menurut Walikota, pelaksanaan bank sampah ini mengandung potensi ekonomi kerakyatan yang cukup tinggi, karena dapat memberikan  hasil  nyata bagi masyarakat dalam bentuk peluang kerja, penghasilan tambahan bagi pegawai bank sampah dan masyarakat penabung sampah.

 

"Mari kita ambil manfaat sampah ini dengan berpedoman pada istilah from trash to cash pengembangan bank sampah ini nantinya harus menjadi milestone perwujudan pembangunan yang mengentaskan kemiskinan pembangunan yang mampu menciptakan peluang kerja, dan pembangunan yang melindungi dan melestarikan lingkungan hidup," sebut Walikota.(BS08)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan

Peristiwa

Walikota Medan Ingatkan Dinas PKPCKTR Soal Perencanaan dan Perawatan Aset

Peristiwa

Apel Perdana Pasca Libur Idulfitri, Rico Waas Minta Jajaran Pemko Medan Langsung Bekerja Layani Masyarakat

Peristiwa

Mudik Gratis Bareng Pemko Medan, Walikota Lepas 1.969 Pemudik ke 12 Kota Tujuan

Peristiwa

Walikota Medan Dukung BBMKG Sebar Informasi Cuaca Melalui Videotron Pemko Medan

Peristiwa

Wakil Walikota Medan Tinjau Pendaftaran Mudik Gratis