Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, TPID Langkat Tinjau Pasar Antisipasi Kelonjakan Harga

- Minggu, 23 Desember 2018 13:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122018/7578_Jelang-Natal-dan-Tahun-Baru-2019--TPID-Langkat-Tinjau-Pasar-Antisipasi-Kelonjakan-Harga.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Langkat meninjau pasar untuk mengetahui pasokan dan harga bahan pangan pokok, menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, ke sejumlah pasar tradisional di Langkat.Hal ini dilakukan berdasarkan surat perintah Bupati Langkat No:  1372/SP/Ekon/2018, dalam rangka mengantisipasi produksi, ketersediaan pasokan dan kelancaran kebutuhan bahan pokok di wilayah Langkat.

 

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Langkat Nasirudin MSi, selaku pemimpin Sidak menerangkan, adapun pasar tradisonal yang ditinjau, yaitu  Pasar Tradisional Kecamatan Babalan, Pasar Tradisional Kecamatan Kuala dan Pasar Tradisional Kecamatan Stabat.“Saat meninjau ketiga pasar tersebut selain mengecek harga dan pasokan bahan pangan pokok, TPID juga mengecek keterbebasan dari bahan berbahaya seperti formalin, borak dan neth yellow atau pewarna pakain di makanan, dengan mengambil sempel untuk dicek dilaboraturium,” ujar Nasirudin dilansir dari laman langkatkab.go.id, Minggu (23/12/2018).

 

Nasirudin menerangkan hasil dari tinjauan di tiga pasar tersebut, bahwa harga sembako masih relatife normal tidak ada yang naik secara siknifikan, serta kesediannya pun ditaksir masih mencukupi sampai tahun baru.“Selain itu, juga tidak ditemukan bahan pangan yang mengadung zat berbahaya, semua aman dan steril,” jelas Nasirudin didampingi Kabid Ketapen, Agribisnis dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketapen Ir Supriadi SP, Kabid Yankes Dinkes dr M Arifin Sinaga, Kasubag Pengembangan Potensi SDA dan BUMD Bag.Perekonomian Setdakab Langkat Ponijo SE, Kasi Perdaganagn Dalam Negri v Disperindag Syahrul Effendy, Kasubbag Penerbitan dan Pameran Diskominfo Sukiman, Kasubbag Umum DKP Kodir SSos, Staf Bag. Perekonomian Setdakab Abdul Halim SSos.

 

Adapun daftar harga beberapa bahan pokok, sambung Nasirudin, diketahui secara merata di Kabupaten Langkat, di antaranya daging sapi murni Rp. 110.000 perkilo, beras Rp. 10.500 – 11.000 perkilo, minyak goreng Rp. 9.000 – 13.000 perkilo, gula Rp. 10.500, tepug terigu Rp. 6.000 – 8.000, telur ayam boiler Rp. 1.300 perbutir, telur ayam kampung Rp.2.500 perbutir, ayam potong (boiler) Rp.32.000 perkilo, ayam kampung Rp. 50.000 perkilo, cabe merah kriting  Rp.26.000 perkilo, cabe biasa/hijau Rp. 18.000 perkilo, bawang merah impor Rp.20.000 perkilo, bawang merah lokal Rp.28.000 perkilo, bawang putih Rp.18.000 perkilo.

 

“Jika ada ditemukan selisi harga antara pasar satu dengan pasar lainnya di Langkat, disebakan merek dan kualitas berbeda, perbedaanya hanya bekisar Rp. 1000 sampai Rp.2000,” pungkasnya.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Ketua WALUBI Medan Imbau Umat Buddha Sambut Tahun Baru 2026 dengan Kesederhanaan

Peristiwa

Gubernur Bobby Nasution Tinjau Kesiapan Sarana Transportasi Mudik Nataru

Peristiwa

Bank Sumut Rayakan Natal: Semangat Kasih Perkuat Empati Sosial, Etos Kerja, dan Persaudaraan

Peristiwa

Syah Afandin: Bank Sumut Mitra Utama Pemerintah Langkat

Peristiwa

Bupati Langkat Santuni Santri Tarawih Dan Tadarus Di Rumah Dinas

Peristiwa

Bupati Langkat Syah Afandin Dukung Putra Putri Langkat Promosikan Budaya dan Wisata