Tablig Akbar Bersama Polda Sumut, Ustadz Maulana: Fitnah atau Informasi Tak Benar Hukumnya Dosa

- Sabtu, 15 Desember 2018 19:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122018/4117_Tablig-Akbar-Bersama-Polda-Sumut--Ustadz-Maulana--Fitnah-atau-Informasi-Tak-Benar-Hukumnya-Dosa.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Ribuan warga menghadiri acara Tabligh Akbar yang diadakan Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama Polres Deliserdang di Komplek Perkantoran Direksi PTPN II, Tanjung Morawa, Sabtu (15/12/2018).Bertindak sebagai penceramah adalah Ustadz Nur Maulana.

 

Dalam tausiahnya, Ustadz Maulana meminta agar umat islam untuk tidak saling mencaci maki ataupun saling menjelekkan.Apalagi menurutnya, umat Islam malah justru saling mengkafirkan. "Memaafkan itu lebih baik dari pada bermusuhan. Islam itu agama yang membawa kesejukan dan perdamaian," jelasnya.

 

Selain itu, Ustadz Maulana juga menyampaikan bahwa, lisan seseorang dapat membuat seseorang lainnya terluka. Karenanya, ia mengatakan, fitnah atau informasi yang tidak benar, hukumnya adalah dosa."Fitnah juga dapat mencabik-cabik persatuan dan kesatuan di Indonesia. Tentunya kita tidak ingin, negara ini seperti Suriah, Mesir, ataupun Irak," jelasnya.

 

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto meminta kepada para jamaah tabliq akbar untuk tetap menjaga tali silaturahmi, meskipun berbeda suku, agama dan pilihan dalam Pemilu 2019 mendatang. Sebab kata dia, perbedaan adalah hal yang lumrah. "Perbedaan adalah hal yang biasa. Yang tidak biasa itu, kalau masyarakat saling bermusuhan hanya karena berbeda dalam menentukan pilihan. Permusuhan yang dipelihara dapat menghancurkan NKRI," terangnya.

 

Indonesia, lanjutnya Kapolda, merupakan negara yang sangat besar dan luas. Sehingga jelas dia, untuk menjaga NKRI cukup dengan menjaga situasi negara yang aman, damai dan kondusif khususnya Sumut."Kalau situasi kamtibmas dapat dijaga, maka iklim ekonomi akan berkembang dan investor akan terus berdatangan. Oleh karena itu, mari kita jaga Sumut ini tetap nyaman dan aman bagi siapapun. Saya minta, kita semua dapat berkomitmen untuk saling bergandengan menjaga Indonesia," pintanya.

 

Pada akhir kegiatannya, Tabliq akbar ini ditutup dengan zikir dan doa bersama oleh Ustadz Maulana, meminta agar Indonesia tetap terjaga dari upaya pihak yang ingin memecah belah. (BS04)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kompolnas Selidiki Kematian Mantan Istri Polisi di Medan

Peristiwa

Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil

Peristiwa

Selundupkan Sabu dalam Sepatu, Warga Aceh Ditangkap di Bandara Kualanamu

Peristiwa

Oknum Kepling di Medan Polonia Edarkan Ekstasi Ditangkap

Peristiwa

Polda Sumut Bongkar Scam Berkedok Nonton Film, Korban Dijanjikan Bonus

Peristiwa

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Seorang Wanita Diamankan