Satu Korban Longsor Nisel Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal di Sungai

- Senin, 12 November 2018 22:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112018/9613_Satu-Korban-Longsor-Nisel-Ditemukan-Dalam-Keadaan-Meninggal-di-Sungai.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Pencarian terhadap enam dari tujuh korban longsor di Dusun Dua, Desa Sukamajumohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan (Nisel) terus dilakukan. Kapolres Nisel AKBP Faisal Napitupulu mengatakan, hasilnya, satu korban yang diketahui bernama Putri Hulu (5) berhasil ditemukan oleh masyarakat, dari dalam sungai yang berada tak jauh dari lokasi longsor, sekita pukul 18.00 WIB. "Jadi warga menemukan Putri Hulu di sungai. Kemungkinan saat longsor terjadi, korban terbawa arus ke sungai," ungkapnya kepada wartawan, Senin (12/11/2018).

 

Faisal menyebutkan, saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Namun pencarian saat ini terpaksa dihentikan karena cuaca yang buruk. "Petugas dibantu dengan BPBD merasa kesulitan saat mengevakuasi korban. Saat ini pencarian terpaksa dihentikan sementara karena hujan deras," jelasnya.

 

Selain cuaca, katanya lagi, akses menuju ke lokasi juga sangat sulit. Sebab, Faisal mengaku, personel dilapangan harus menembus jalanan berlumpur sedalam 50 Centimeter. "Karena medan yang cukup sempit dan licin, alat berat untuk evakuasi korban pun tidak bisa masuk ke lokasi. Tapi kemungkinan besok (Selasa-red) alat berat sudah bisa tiba di lokasi," jelasnya.

 

Karenanya sejauh ini, tutur dia, mengingat alat berat belum turun, pihaknya harus mencari korban dengan cara manual, yaitu menyisir di kawasan longsor. "Kita sangat hati-hati. Karena kita menghitung ada potensi longsor susulan. Apalagi saat hujan deras," pungkasnya.

 

Seperti diketahui, satu keluarga di Dusun Dua, Desa Sukamajumohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nisel tertimbun tanah longsor, Sabtu (10/11/2018). Tinggi longsoran itu diperkirakan mencapai 10-15 meter. Informasi yang diperoleh, satu keluarga yang tertimbun longsor tersebut ada tujuh orang yakni Aristina Laia ina Elsa (33), Dalman Hulu (7), Setiamas Hulu Ina Putri (30), Rei Jaya Hulu (3), Putri Hulu (5), Noverman Hulu (2) dan Kristofen Hulu (4). "Ketujuh orang ini merupakan satu keluarga. Korban yang berhasil dievakuasi atas nama Kristofen Hulu. Namun korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Nias Tonggor Gultom.

 

Tonggor mengatakan saat itu hujan turun cukup deras. Satu keluarga ini berada di dalam rumah saat longsor terjadi di kawasan itu sekira pukul 09.00 WIB. Namun Basarnas baru mendapatkan laporan sekira pukul 11.00 WIB. "Memang hujan cukup deras. Begitu mendapat laporan kita langsung bergrak ke lokasi longsor," ujarnya. (BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Gubernur Sumut Bobby Nasution Mulai Benahi Infrastuktur Kepulauan Nias Tahun Ini

Peristiwa

Tri Sumatera Hadirkan Pembelajaran Digital dan Sportivitas di Nias Selatan

Peristiwa

Wilayah Zona IV Kabupaten Nias Selatan Gelar Musrenbang

Peristiwa

Pemkab Nias Selatan Rayon III Gelar Siraman Rohani

Peristiwa

Paripurna DPRD Nias Selatan Setujui Propemperda Tahun 2025

Peristiwa

Sekda Pimpin Apel Pagi Lingkup Pemkab Nias Selatan