Prawobo Ingatkan Masyarakat Waspadai Peningkatan Curah Hujan di Akhir Oktober, Termasuk Wilayah Sumut

- Sabtu, 27 Oktober 2018 21:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102018/3260_Prawobo-Ingatkan-Masyarakat-Waspadai-Peningkatan-Curah-Hujan-di-Akhir-Oktober--Termasuk-Wilayah-Sumut-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat Drs Mulyono R Prabowo MSc meminta kepada masyarakat untuk waspada terhadap adanya peningkatan hujan di sebagian wilayah Indonesia.“Peningkatan curah hujan diprediksi akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia bagian Barat,” ujar Prabowo dilansir dari laman bmkg, Sabtu (27/10/2018).

 

Peningkatan curah hujan itu, menurut Prabowo, disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Sumatera yang menyebabkan terjadinya konsentrasi massa udara di wilayah tersebut.“Konsentrasi massa udara ini menyebabkan kondisi udara yang relatif lebih lembap yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan,” ungkap Prabowo.

 

Prabowo menjelaskan bahwa aktivitas sirkulasi ini akan menurun dan digantikan dengan konvergensi/area pertemuan angin yang memanjang dari wilayah Sumatera hingga Kalimantan bagian utara. Area pertemuan angin ini juga akan mendukung pertumbuhan awan.

 

Sebaliknya, lanjut Prabowo, wilayah pulau Jawa bagian Timur hingga NTT, Sulawesi, Maluku dan Papua potensi hujan diprakirakan masih cukup minim. Minimnya curah hujan disebabkan oleh dominasi massa udara kering yang terpantau masih terdapat di wilayah tersebut dan pola angin yang cenderung terberai sehingga menghambat pertumbuhan awan-awan hujan.

 

Wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 26–28 Oktober 2018, menurut Prabowo, antara lain Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tengah.

 

Sedangkan Wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 29–31 Oktober 2018, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung. Jambi. Riau, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, dan Papua.

 

Untuk potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Perairan Barat Enggano, Perairan Selatan Banten, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Samudera Hindia Barat Enggano–Banten, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB, Perairan utara Kep.Talaud, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat.

 

Lebih lanjut, Prabowo menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.(BS09)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kadin: Kepercayaan Pengusaha Menguat di Dua Tahun Pertama Presiden Prabowo

Peristiwa

Prabowo Perkuat Pertahanan Negara dengan Resmikan 204 Satuan Baru TNI

Peristiwa

Abaikan 'Noise', Kadin Sumut Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimis Hadapi Tantangan Ekonomi

Peristiwa

Hadiri Bukber Fraksi PD, AHY: Suarakan Aspirasi Rakyat, Sukseskan Pemerintahan Prabowo

Peristiwa

Walikota Medan Dukung BBMKG Sebar Informasi Cuaca Melalui Videotron Pemko Medan

Peristiwa

Presiden Prabowo Tinjau Warga Terdampak Banjir di Bekasi