DPRD Sumut Ajak Konsorsium Pengusaha Swasta Bangun Jalan Tol Medan-Karo

- Rabu, 24 Oktober 2018 20:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102018/5678_DPRD-Sumut-Ajak-Konsorsium-Pengusaha-Swasta-Bangun-Jalan-Tol-Medan-Karo.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kalangan DPRD Sumut mengajak konsorsium pengusaha swasta nasional maupun daerah untuk membangun Jalan Tol Medan – Berastagi Tanah Karo, guna mengatasi kemacetan arus lalu-lintas  ruas Jalan Medan – Berastagi yang sudah sangat tidak memadai sebagai sarana penghubung antar kabupaten. Pasalnya, hampir tiap hari mengalami kemacetan disana.

 

Ajakan ini disampaikan Sekretaris Komisi E DPRD Sumut Reki Nelson Barus, Ketua F-PDI Perjuangan  Baskami Ginting dan anggota Komisi D Donald Lumbanbatu, menanggapi semakin derasnya tuntutan pembangunan Jalan Tol Medan – Tanah Karo. “Sebaiknya kita jangan hanya menunggu dan mengandalkan anggaran pembangunan dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) maupun Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) untuk merealisasikan Jalan Tol Medan – Berastagi, karena membutuhkan waktu yang lama untuk merealisasikannya,” ujar Baskami kepada wartawan, Rabu (24/10/2018), di DPRD Sumut.

 

Sudah saatnya Pemprovsu dan DPRD Sumut mengundang para pengusaha swasta nasional maupun daerah untuk 'duduk satu meja' sekaligus menawarkan proyek pembangunan jalan tol dimaksud, karena kondisi Jalan Medan–Berastagi saat ini sudah sangat darurat. Dibutuhkan pembangunan jalan alternatif atau jalan tol guna mengatasi kemacetan. “Kita  harus mencari solusi agar dibangun jalan alternatif atau Jalan Tol Medan-Berastagi, karena jalan yang ada sekarang sudah tergolong rawan dan kondisinya sangat darurat macet, sebab hampir tiap hari terjadi kemacetan berjam-jam lamanya," lanjut Baskami.

 

Baskami yakin, konsorsium pengusaha swasta nasional maupun daerah akan mampu membangunnya, seperti pengusaha swasta nasional Gama Group dan PT Daya Mulia Turangga yang resmi mendapat persetujuan dari Menteri PUPR membangun Jalan Tol Prakarsa Solo-Yogyakarta-Kulonprogo sepanjang 91,93 Km yang menelan biaya mencapai Rp22,54 Triliun. “Kita memperoleh informasi, pembangunan jalan tol itu juga atas  konsorsium pengusaha selaku pemrakarsa dan dibangun secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Alangkah baiknya, kita meniru cara yang dilakukan konsorsium pengusaha di Solo tersebut,” tambah Baskami dan Reki Nelson.

 

Senada itu, Donald pun meyakini jika proyek Jalan Tol Medan–Berastagi ditangani oleh konsorsium swasta nasional maupun daerah. Tentunya akan mendapatkan sejumlah kemudahan dalam proses pelelangan, salah satunya hak untuk menyamakan penawaran atau Right to Match. “Kita berharap kepada konsosrsium pengusaha swasta nasional maupun daerah dapat memulainya dengan mengajukan berbagai persyaratan dan kita mengharapkan  muncul para pengusaha swasta sebagai pemrakarsa, tentunya pengusaha yang tertarik untuk membangun jaringan jalan tol tersebut,” ujar Donal.

 

Ditambahkan Reki Nelson, semasa Gubsu dijabat HT Erry Nuradi, pernah menawarkan investasi pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi kepada perusahaan konstruksi terkemuka asal Malaysia, yakni IJM Corporation Berhard, karena jalan tol itu memiliki potensi yang membanggakan, yakni pariwisata dan jalur alternatif antar provinsi. “Untuk investasi pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi ini sangat menjanjikan, dan ini menjadi peluang besar, selain sebagai tempat objek wisata, juga akan berpeluang sampai ke Kutacane Provinsi Aceh,” tutur Reki sembari menambahkan, pihak IJM saat itu mengaku tertarik untuk berinvestasi di Sumut, tapi beum ada tindak-lanjutnya.

 

Baskami, Reki dan Donald berharap kepada Pemprovsu maupun DPRD Sumut untuk kembali menjajaki para investor luar, konsosrsium pengusaha swasta nasional maupun daerah untuk membangun Jalan Tol Medan–Berastagi ini, agar dapat segera terealisasi, untuk mengatasi kemacetan arus lalu-lintas ke Tanah Karo, Dairi, Pakpak Bharat maupun Provinsi Aceh. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Gubernur Sumut Buka Puasa Bersama Pimpinan DPRD Sumut

Peristiwa

Jalan Tol Pekanbaru-Padang, Aceh-Padang, Palembang-Betung Dioperasikan 24 Maret

Peristiwa

Hamawas Siagakan Kendaraan Layanan Dan Fungsionalkan Rest Area Sementara Km 99 Tol Tebing Tinggi - Indrapura

Peristiwa

Audiensi IKLAB RAYA, Erni Ariyanti Tanggapi Pemekaran Sumatera Timur dan Sekolah Unggulan

Peristiwa

Forkopimda Sumut Kompak hadiri Paripurna Mendengarkan Pidato Sambutan Gubernur

Peristiwa

Selama Libur Lebaran, Tarif Tol Diskon 20%