TNI Bersihkan Area Likuifaksi di Balaroa

- Selasa, 23 Oktober 2018 23:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102018/3874_TNI-Bersihkan-Area-Likuifaksi-di-Balaroa.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kegiatan clearing lokasi di Balaroa bertujuan untuk menghilangkan rasa trauma masyarakat, karena kalau kita biarkan rumah-rumah masih hancur, masyarakat yang datang untuk melihat akan merasa trauma berkepanjangan.Hal tersebut dikatakan Komandan Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 17/AD Letkol Czi Pabeta di sela-sela pengerjaan pemerataan lokasi yang terdampak Likuifaksi, di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (23/10/2018).

 

Letkol Czi Pabeta menyampaikan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Yonzipur 17/AD, Yonzipur 8/SMG dan Kementrian ESDM (Energi dan Sumber Daya Manusia) merupakan perintah dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP yang diarahkan kepada Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Mayjen TNI Tri Soewandono, untuk membersihkan area ini agar menghilangkan rasa trauma warga.

 

“Untuk itu TNI bekerja sama dengan Kementerian ESDM melaksanakan clearing, agar dilihat nyaman dan layak. Kemudian setiap masyarakat yang melihat sudah berubah kondisinya tidak lagi ada rasa trauma lagi,” katanya.

 

Selanjutnya Danyon Zipur 17/AD juga mengatakan bahwa area yang sedang dibersikan luasnya sekitar  84 hektar dan sudah dikerjakan selama 3 hari. Kemudian untuk target pada hari ini sudah dikerjakan sekitar 50%. “Target kami kedepan mudah-mudahan cuaca mendukung agar 4 hari lagi area ini semuanya sudah diratakan,” ucapnya.

 

Letkol Czi Pabeta menjelaskan bahwa ada sekitar 20% atau 8-9 hektar yang tidak bisa dimasuki oleh alat berat karena kondisi tanah yang labil, apabila dilalui akan membahayakan bagi operator dan alat berat tersebut. “Oleh sebab itu kami harus berhati-hati dalam mengoperasionalkan alat berat supaya tidak terjerembab dan harus meyakinkan betul bahwa tempat itu aman untuk kita lewati,” ungkapnya.

 

Danyon Zipur 17/AD Letkol Czi Pabeta menyampaikan bahwa untuk alat berat yang dikerahkan dalam meratakan area likuifaksi sebanyak 22 alat berat, yaitu 6 unit buldozer dan 16 unit exavator. “Saya rasa cukup untuk meratakan tempat ini dengan luas 84 hektar, tinggal kami mengefektifkan penggunaan alat berat tersebut,” pungkasnya.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Ratusan Peterjun Kostrad Hiasi Langit Kota Timah Babel

Peristiwa

Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara

Peristiwa

Ketua KADIN dan Walubi Medan Meriahkan HUT ke-80 TNI di Lapangan Merdeka

Peristiwa

Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Jatuhkan Vonis Dalam Kasus Korupsi Koneksitas TWP AD

Peristiwa

Pantai Barat Simeulue Aceh Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 6,2

Peristiwa

Pemko Medan Ikuti Pembukaan Bazar Murah Ramadan Oleh Panglima TNI