TNI Dirikan Shelter-Shelter Pengungsian di Sulteng

- Senin, 22 Oktober 2018 23:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102018/454_TNI-Dirikan-Shelter-Shelter-Pengungsian-di-Sulteng.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu, kondisi wilayah dan korban berangsur sudah membaik.  Penanganan terhadap para korban dan pendistribusian logistik serta pelayanan kesehatan berjalan dengan lancar.

 

Memasuki hari ke-25 masa tanggap darurat bencana, prajurit TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) mendirikan shelter-shelter pengungsian yang berada di wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).

 

Hal tersebut dikatakan Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Mayjen TNI Tri Soewandono, saat melaksanakan briefing kepada pelaksana teknis lapangan rekonstruksi wilayah Sulteng, bertempat di Markas Komando Resort Militer 132/Tadulako (Makorem 132/Tadulako), Kota Palu, Sulteng, Senin (22/10/2018).

 

Menurut Mayjen TNI, pendirian shelter untuk pengungsi dilakukan sambil menunggu pembangunan Hunian Sementara (Huntara) selesai. Shelter ini didirikan dengan tujuan untuk merelokasi pengungsi yang tersebar di beberapa tempat dan menyulitkan dalam pelayanan pendistribusian bantuan.“Bahan shelter ini bantuan dari asing dan didirikan bersifat sementara berbentuk tenda dilengkapi Mandi, Cuci, Kakus (MCK), air bersih, pos pelayanan kesehatan dan area trauma healing sekaligus sebagai sekolah lapangan bagi anak-anak,” ujarnya.

 

Dalam pelaksanaan pendirian shelter bagi pengungsi, TNI mengerahkan Batalyon Zeni Tempur 8/Sakti Mandra Guna (Yonzipur 8/SMG) Kodam XIV/Hasanuddin dan Batalyon Zeni Tempur 17/Ananta Dharma (Yonzipur 17/AD) Kodam VI/Mulawarman serta Detasemen Zeni Tempur 8/Gawi Manuntung (Denzipur 8/GM) Kodam VI/Mulawarman yang ahli di bidang konstruksi, bekerjasama dengan Polri, Kementerian PUPR, Perguruan Tinggi berbagai yayasan dan relawan.

 

Selanjutnya Pangkogasgabpad menyampaikan bahwa koordinasi antar pelaksana teknis lapangan sangat diperlukan dari semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di Palu, Donggala dan Sigi, agar setiap kendala yang ada cepat diatasi.“Kogasgabpad akan selalu menginisiasi pertemuan dan berkoordinasi secara terus menerus dengan pihak Kementerian, PLN, PDAM, Unsur Geologi, Pemda dan pihak lain untuk kelancaran pelaksanaan tugas,” tuturnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima Kogasgabpad menyampaikan apresiasi kepada Tim dari Kementerian PUPR yang sudah mendesain konsep Huntara dengan mempertimbangkan kebutuhan dasar pengungsi.“Semoga apa yang kita lakukan bisa membantu masyarakat Palu, Donggala dan Sigi untuk kembali pulih dan membangun untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.(Rel)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Ratusan Peterjun Kostrad Hiasi Langit Kota Timah Babel

Peristiwa

Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara

Peristiwa

Ketua KADIN dan Walubi Medan Meriahkan HUT ke-80 TNI di Lapangan Merdeka

Peristiwa

Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Jatuhkan Vonis Dalam Kasus Korupsi Koneksitas TWP AD

Peristiwa

Pantai Barat Simeulue Aceh Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 6,2

Peristiwa

Pemko Medan Ikuti Pembukaan Bazar Murah Ramadan Oleh Panglima TNI